60 Persen Sawah di Ogan Ilir Terancam Gagal Panen Akibat Kekeringan, Petani Minta Bantuan Sumur Bor ke Bupati Panca Wijaya Akbar

Penulis: Hamdani Putra  •  Selasa, 21 Juli 2026 | 22:26:31 WIB
Petani memeriksa tanaman padi yang mulai mengering di area persawahan yang terdampak kekeringan di Kecamatan Rantau Panjang, Ogan Ilir.

OGAN ILIR — Ancaman gagal panen massal menghantui petani padi di Ogan Ilir. Kekeringan yang dipicu kemarau panjang telah membuat ribuan hektare sawah di Kecamatan Rantau Panjang kehilangan pasokan air. Kepala Desa Kota Daro II yang juga Ketua Forum Kades Kecamatan Rantau Panjang, Abdul Gani, menyebut kondisi di lapangan sudah kritis.

"Kami sudah banyak mendapat keluhan dari warga bahwasanya sawah-sawah mereka mengalami kekeringan. Bisa dikatakan sekitar 60 persen terancam gagal panen," kata Abdul Gani kepada wartawan di Ogan Ilir, Selasa (21/7/2026).

Padi Berusia 1,5 Bulan Paling Rentan Mati

Menurut Abdul Gani, usia padi yang terdampak berkisar antara 1,5 bulan hingga 2 bulan. Fase pertumbuhan tersebut merupakan masa paling rentan. Jika dalam 15 hari ke depan tidak ada pasokan air yang cukup, tanaman dipastikan mati dan petani gagal panen.

Keluhan serupa disampaikan warga melalui media sosial. Akun @Herman Ketapang secara khusus menandai akun resmi Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar. "Cak 15 hari lagi, jika tak turun hujan dipastikan akan gagal panen padi di Lebak Rengas dan Sekitarnya. Bagaimana Pemda Ogan Ilir, Pak Panca Wijaya Akbar, segera tindaklanjuti pakai sumur bor atau mesin pompa air," tulisnya dalam unggahan yang dilihat Selasa (21/7/2026).

Kebutuhan Mendesak: 5 Sumur Bor per Desa

Abdul Gani menjelaskan, bantuan yang paling dibutuhkan petani saat ini adalah sumur bor dan mesin pompa air. Ia memperkirakan setiap desa di Kecamatan Rantau Panjang membutuhkan setidaknya lima unit sumur bor untuk menyelamatkan sisa tanaman yang masih bisa diselamatkan.

"Harapan kami agar pemerintah kiranya dapat membantu, paling tidak untuk sumur bor dan mesin pompa. Satu desa paling tidak kebutuhannya minimal 5 sumur bor," ujar Abdul Gani.

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pertanian Kabupaten Ogan Ilir belum memberikan tanggapan resmi terkait kondisi kekeringan dan permohonan bantuan dari para petani tersebut. Sejumlah warga mengaku kesulitan menemui pejabat dinas terkait untuk menyampaikan aspirasi mereka secara langsung.

Apa Langkah Pemkab Ogan Ilir Selanjutnya?

Kekeringan di Ogan Ilir bukan kali pertama terjadi. Setiap musim kemarau, daerah-daerah tadah hujan seperti di Kecamatan Rantau Panjang selalu menjadi langganan kekeringan. Namun, petani berharap tahun ini pemerintah daerah bergerak lebih cepat sebelum seluruh tanaman padi di Lebak Rengas dan sekitarnya mati kekeringan.

Belum ada pernyataan resmi dari Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar, terkait langkah darurat yang akan diambil. Para petani berharap Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir segera menginstruksikan Dinas Pertanian dan instansi terkait untuk turun ke lapangan dan mendata kebutuhan riil sumur bor di setiap desa.

Reporter: Hamdani Putra
Sumber: palpos.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top