SIDRAP — Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif memerintahkan penurunan mobil tangki air ke sejumlah titik persawahan yang mulai kekeringan. Pengiriman air ini merupakan respons cepat pemerintah daerah terhadap menurunnya debit air di wilayah pertanian yang berpotensi mengganggu masa tanam.
Keputusan ini diambil setelah pemantauan lapangan menunjukkan beberapa area sawah irigasi mulai kekurangan pasokan air. "Pengerahan armada tangki air ini untuk memasok kebutuhan air ke areal persawahan yang mengalami kekeringan. Langkah ini dilakukan guna menjaga produktivitas pertanian sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional," kata Syaharuddin.
Kabupaten Sidrap memiliki total lahan baku sawah seluas 52.227 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 34.000 hektare merupakan sawah irigasi, sementara sisanya adalah sawah tadah hujan yang sangat bergantung pada curah hujan.
Selain distribusi air menggunakan mobil tangki, Pemkab Sidrap juga mengoptimalkan pompanisasi untuk menyedot air dari sumber-sumber yang masih tersedia. Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan berbagai pihak agar pasokan air bagi petani tetap terjaga selama musim kemarau.
Bupati menegaskan bahwa upaya ini merupakan bagian dari strategi mitigasi kekeringan yang terus diperkuat. "Pemkab Sidrap akan terus memantau kondisi lahan pertanian dan mempercepat penanganan di lokasi yang terdampak," ujarnya.
Pemerintah daerah berharap langkah cepat ini mampu mencegah gagal panen dan menjaga keberlangsungan musim tanam. Dengan penanganan dini, kontribusi Sidrap sebagai salah satu sentra produksi beras di Sulawesi Selatan dan Indonesia diharapkan tetap terjaga.
Tidak hanya bantuan air darurat, Pemkab Sidrap juga mendorong percepatan rehabilitasi jaringan irigasi. Optimalisasi sumber-sumber air juga terus dilakukan agar kebutuhan petani dapat terpenuhi secara berkelanjutan, tidak hanya saat musim kemarau tiba.