PALEMBANG — Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) di Kelurahan Kemang Agung tak berhenti pada penyediaan sarana tanam. Pada Senin (13/7), 15 anggota KUB Hidroponik dari RW 04 RT 18 dan RW 02 RT 08 mengikuti sesi sharing knowledge bersama mahasiswa Jurusan Agribisnis Universitas Sriwijaya (Unsri).
Dalam pertemuan itu, peserta diajari teknik pembibitan dan penyemaian empat jenis sayuran: pakcoy, selada, kangkung, dan sawi. Mahasiswa Unsri juga memberikan materi pengemasan produk dan pencatatan keuangan sederhana. Tujuannya, tata kelola kelompok makin rapi dan usaha bisa berkelanjutan.
Salah satu kelompok binaan, KUB Hidroponik RW 04 RT 18 yang beranggotakan 11 orang, kini mengelola kebun dengan kapasitas 300 lubang tanam. Produksinya mencapai 15 kilogram sayuran segar setiap bulan. Sebelum program berjalan, sebagian besar anggota hanya membeli sayur untuk kebutuhan dapur. Kini, hasil panen dipasarkan ke warga sekitar dan menjadi sumber pendapatan tambahan.
Ketua KUB Hidroponik RW 04 RT 18, Yulaila, mengatakan kegiatan tersebut membuka wawasan anggota tentang pengelolaan usaha. “Kami belajar tidak hanya teknik budidaya, tetapi juga cara mengelola usaha dengan lebih baik. Ilmu yang kami peroleh akan kami bagikan kepada kelompok lain agar hidroponik di Kemang Agung dapat berkembang bersama,” ujarnya.
Mahasiswa Agribisnis Unsri, Anisa, mengaku diskusi berjalan aktif dan memberikan pengalaman berharga. “Kami senang bisa berbagi sekaligus belajar bersama ibu-ibu mitra binaan Pertamina. Semoga kolaborasi seperti ini terus berlanjut dan memberi manfaat yang lebih luas,” tuturnya.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan pemberdayaan tak cukup hanya dengan memberi sarana. “Kami ingin kelompok binaan tidak hanya mampu mengelola usaha hidroponik, tetapi juga menjadi penggerak yang dapat berbagi pengetahuan kepada kelompok lainnya,” ujarnya. Kolaborasi dengan Unsri, kata dia, diharapkan memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus memperluas dampak program.
Program ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina Patra Niaga dalam menjalankan TJSL sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Pendekatan berbasis potensi lokal menjadi kunci agar dampak pemberdayaan bisa dirasakan langsung oleh warga.