BATURAJA — Api mulai terlihat sekitar pukul 15.15 WIB dan langsung menyambar lahan kapling yang ditumbuhi semak belukar. Kepala BPBD OKU, Januar Efendi, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.
"Karhutla terjadi siang tadi sekitar pukul 15.15 WIB," kata Januar saat dihubungi dari Palembang, Sabtu.
BPBD OKU mengerahkan puluhan personel Satgas Karhutla ke lokasi kejadian. Satu unit mobil pemadam kebakaran dan satu mobil tangki suplai air dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman.
"Saat ini api sudah berhasil dipadamkan dan telah dilakukan pendinginan," ucap Januar.
Januar menjelaskan bahwa area yang terbakar merupakan lahan kosong yang tidak digunakan untuk bercocok tanam. Pemicu kebakaran diduga kuat berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh orang yang melintas.
"Dampak yang ditimbulkan akibat karhutla ini yakni terbakarnya lahan seluas sekitar 1.000 meter persegi," kata Januar.
Pasca kejadian, Satgas Karhutla Kabupaten OKU meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan pemantauan cuaca dan titik panas (hotspot) selama 1x24 jam. Peringatan dini juga didistribusikan kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana alam saat musim kemarau.
Dalam kesempatan tersebut, Januar kembali mengimbau warga agar tidak membuka lahan pertanian dengan cara dibakar. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah munculnya titik api baru yang bisa memicu karhutla lebih luas.