PALEMBANG — Harga telur ayam di pasar tradisional Palembang merangkak naik sebesar Rp 2.000 per kilogram dalam sepekan terakhir. Kenaikan ini dipicu oleh aktifnya kembali Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru sekolah.
Berdasarkan pantauan di Pasar Tradisional Alang-Alang Lebar, harga telur ayam kini mencapai Rp 24.000 per kilogram. Sebelumnya, saat libur sekolah dan program MBG dihentikan sementara, harga telur sempat turun hingga level Rp 22.000 per kilogram.
Salah seorang pedagang telur di pasar tersebut mengungkapkan bahwa kenaikan harga terjadi secara bertahap. Dalam sepekan terakhir, harga telur ayam naik sebanyak enam kali, masing-masing sebesar Rp 500 per kilogram.
"Enam kali naik (harga telur ayam) walaupun hanya Rp 500 per kilogram," ujar pedagang tersebut kepada SUMEKS.CO, Selasa (15/4). Ia mengakui bahwa lonjakan permintaan terjadi sejak program MBG dari pemerintah kembali berjalan.
Meski harga naik, telur ayam masih menjadi primadona di kalangan ibu rumah tangga. Dewi, salah satu pembeli di Pasar Alang-Alang Lebar, mengaku tetap membeli telur karena bahan pangan ini sulit digantikan.
"Kito dak bisa lepas dari telok (telur). Telok ini biso jadi lauk, bahan membuat makanan, dan pencampur bahan membuat kue," kata Dewi.
Pedagang telur menambahkan bahwa mereka sebenarnya lebih senang jika harga telur tetap murah. Namun, kondisi pasar saat ini memang mendorong harga naik seiring bertambahnya permintaan dari berbagai pihak, termasuk untuk kebutuhan program MBG.