Satgas Sumsel dan Kesbangpol Bekali Ratusan Pelajar Palembang Cara Deteksi Propaganda Ekstrem di Medsos dan Game Online

Penulis: Rizal Fikri  •  Jumat, 17 Juli 2026 | 22:21:01 WIB
Ratusan pelajar SMA dan SMK se-Kota Palembang mengikuti pembekalan deteksi propaganda ekstrem di media sosial dan game online dari Satgaswil Sumsel dan Kesbangpol.

PALEMBANG — Ratusan pelajar SMA dan SMK se-Kota Palembang mendapat pembekalan khusus dari Satgaswil Sumsel dan Badan Kesbangpol Provinsi Sumsel. Materinya bukan sekadar teori Pancasila, melainkan cara praktis mengenali dan melawan propaganda ekstrem yang kian masif di ruang digital.

Modus Baru: Radikalisme Lewat Game Online

Ketua Tim Pencegahan Satgaswil Sumsel, IPDA Fachrurozi, mengungkapkan bahwa penyebaran paham radikal kini tidak lagi terbatas pada forum-forum tertutup. "Mereka menyusup lewat media sosial, situs web, hingga platform game online yang digandrungi remaja," ujarnya dalam sesi dialog interaktif, Jumat (pekan lalu).

Ia memperkenalkan teori proses terorisme (IRET) kepada para siswa sebagai kerangka berpikir untuk memahami tahapan seseorang terpapar paham ekstrem. "Kenali, lawan, dan laporkan jika menemukan konten yang mencurigakan," tegas Fachrurozi.

Kepala Kesbangpol: Jadikan Medsos Ruang Karya, Bukan Kebencian

Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sumsel, Arinarsa Jaya Surya, menekankan pentingnya literasi digital bagi generasi muda. "Anak-anak harus cerdas memilih konten. Jadikan media sosial sebagai ruang untuk karya yang inspiratif, bukan untuk menyebar kebencian," katanya.

Ia mendorong penguatan edukasi di lingkungan sekolah serta kolaborasi aktif antara guru, orang tua, dan aparat dalam memonitor aktivitas digital anak. Tujuannya mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif.

Pelajar Jadi Pelopor Digital

Melalui kegiatan ini, Satgaswil Sumsel berharap para pelajar di Sumatera Selatan dapat menjadi benteng pertama di lingkungan sekolah dari ancaman intoleransi dan radikalisme. Mereka diharapkan mampu membedakan konten edukatif dengan propaganda yang sengaja dirancang untuk memecah belah.

Pembekalan ini merupakan bagian dari strategi pencegahan dini yang melibatkan lintas instansi, menggabungkan pendekatan kebangsaan dengan kesadaran akan kerentanan remaja terhadap pengaruh eksternal di era digital.

Reporter: Rizal Fikri
Sumber: sumsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top