Cuaca Panas Ekstrem di Empat Lawang, Tiga Instansi Kompak Imbau Warga Jangan Bakar Lahan

Penulis: Amril Fauzan  •  Jumat, 17 Juli 2026 | 15:26:31 WIB
BPBD, Damkar, dan Dinkes Empat Lawang mengeluarkan imbauan bersama kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan di tengah cuaca panas ekstrem.

EMPAT LAWANG — Cuaca panas ekstrem yang melanda Kabupaten Empat Lawang dalam beberapa pekan terakhir mendorong tiga instansi daerah bersatu mengeluarkan imbauan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). BPBD, Damkar, dan Dinkes secara terpisah menekankan bahaya pembakaran lahan di tengah kondisi angin kencang dan udara kering yang bisa memicu api sulit dikendalikan.

Ancaman Hukum bagi Pembakar Lahan

Kepala BPBD Kabupaten Empat Lawang, Zulfitri, menegaskan bahwa praktik membakar lahan dalam bentuk apa pun tidak hanya berbahaya secara lingkungan, tetapi juga memiliki konsekuensi hukum. Pihaknya memastikan aparat penegak hukum akan menindak tegas pelaku pembakaran.

“Apabila ada masyarakat yang dengan sengaja membakar lahan, akan ditindak oleh pihak berwenang dan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Zulfitri dalam keterangannya, Senin.

Kesiapsiagaan Damkar dan Risiko bagi Permukiman

Kepala Damkar Kabupaten Empat Lawang, Fajar, menyatakan pihaknya telah menyiagakan personel dan armada pemadam untuk merespons cepat jika karhutla mulai mendekati kawasan padat penduduk. Ia menginstruksikan timnya untuk segera melakukan penyekatan dan pemadaman begitu ada laporan titik api.

“Kami siap memberikan dukungan penuh kepada BPBD. Jika ada laporan karhutla, terutama yang sudah mendekati permukiman warga, personel akan segera diterjunkan ke lokasi,” ujar Fajar.

Ancaman Kabut Asap dan Imbauan Kesehatan

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Empat Lawang, Deri Kurniawan, mengingatkan bahwa cuaca panas ekstrem yang disertai potensi kabut asap dari karhutla bisa memicu gangguan pernapasan. Ia meminta warga mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi anak-anak.

Deri mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, memperbanyak minum air putih, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami sesak napas atau iritasi mata. “Jangan tunggu parah, segera ke puskesmas terdekat,” pesannya.

Peran Aktif Warga: Laporkan Titik Api Sejak Dini

Ketiga instansi berharap masyarakat ikut berperan aktif dalam pencegahan karhutla. Selain tidak membakar lahan, warga diminta segera melaporkan kepulan asap atau titik api di kawasan hutan maupun lahan kosong kepada aparat desa atau petugas lapangan agar api bisa dipadamkan sebelum meluas.

Reporter: Amril Fauzan
Sumber: suarapublik.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top