PALEMBANG — Antrean panjang kendaraan yang mengular di sejumlah SPBU penyalur Biosolar di Sumatera Selatan mendapat respons cepat dari Gubernur Herman Deru. Ia turun langsung ke lapangan bersama jajaran PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, BPH Migas, dan kepolisian pada Selasa (14/7/2026).
Enam SPBU yang ditinjau meliputi SPBU Jalan H.M. Noerdin Pandji, SPBU Bandara, SPBU Sukajadi di Banyuasin, SPBU Soekarno Hatta, SPBU Kol. H. Burlian Km 7, dan SPBU Pegayut di Ogan Ilir. Dari hasil pemantauan, satu kali pengisian Biosolar senilai sekitar Rp900 ribu membutuhkan waktu rata-rata 8,5 menit.
Herman Deru menginstruksikan sejumlah langkah strategis setelah melihat langsung kondisi di lapangan. "Hari ini kita turun langsung ke lapangan bersama Pertamina, BPH Migas, aparat kepolisian, dan instansi terkait. Saya ingin melihat fakta di lapangan agar solusi yang diambil benar-benar berdasarkan kondisi riil," ujarnya.
Langkah pertama adalah optimalisasi operasional SPBU selama 24 jam. Kedua, penambahan pasokan Biosolar. Ketiga, pengaturan distribusi kendaraan agar antrean tidak menimbulkan kemacetan di jalan raya.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa waktu pengisian rata-rata 8,5 menit per kendaraan menjadi salah satu faktor antrean. Herman Deru mengusulkan agar Pertamina menggunakan selang nosel yang lebih panjang. Dengan begitu, kendaraan bisa mengisi dari sisi kanan maupun kiri tanpa perlu memutar posisi kendaraan, yang justru memakan waktu tambahan.
Pemerintah Provinsi Sumsel bersama BPH Migas memastikan pasokan Biosolar telah ditambah. Namun, evaluasi tetap dilakukan terhadap seluruh rantai pelayanan—mulai dari kecepatan pengisian, sistem pembayaran, kesiapan operasional SPBU, hingga pola distribusi kendaraan yang mengantre.
Peninjauan ini merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap distribusi BBM bersubsidi di Sumsel. Herman Deru menegaskan bahwa solusi yang diambil harus berdasarkan kondisi riil, bukan sekadar laporan di atas kertas. Pihak kepolisian juga dilibatkan untuk mengatur lalu lintas di sekitar SPBU yang rawan macet.
Belum ada pernyataan resmi dari Pertamina soal jadwal pasti penerapan operasional 24 jam. Namun, koordinasi antara Pemprov Sumsel, BPH Migas, dan Pertamina terus berjalan untuk memastikan antrean Biosolar segera terurai.