SUMATERA SELATAN — Laga Inggris kontra Argentina di Atlanta, Rabu (19/7) dinihari, bukan sekadar perebutan tiket final Piala Dunia. Pertandingan ini juga menjadi momentum langka bagi The Three Lions yang baru empat kali menembus semifinal sepanjang keikutsertaan mereka di turnamen paling bergengsi sepak bola dunia.
Dari tiga semifinal sebelumnya, Inggris hanya sekali berhasil melangkah ke final. Itu terjadi pada 1966, tahun di mana mereka mengangkat trofi Jules Rimet setelah mengalahkan Portugal 2-1 lewat dwigol Bobby Charlton di Wembley.
Setelah kesuksesan 1966, Inggris harus menunggu 24 tahun untuk kembali ke semifinal. Pada 1990 di Turin, Italia, mereka bertemu Jerman Barat. Lagi-lagi langkah Inggris terhenti, kali ini melalui adu penalti setelah Stuart Pearce dan Chris Waddle gagal mengeksekusi tendangan 12 pas. Jerman Barat pun melaju ke final menghadapi Argentina.
Penantian berikutnya berlangsung lebih lama, 28 tahun, hingga akhirnya Inggris kembali ke semifinal pada Piala Dunia 2018 di Rusia. Di Moskow, Kieran Trippier membuka keunggulan dengan tendangan bebas spektakuler pada menit kelima. Namun, Kroasia membalikkan keadaan lewat gol Ivan Perisic dan Mario Mandzukic di babak perpanjangan waktu. Inggris pun kembali gagal menembus final.
"Kami sudah tiga kali di posisi ini, dan hanya sekali yang berhasil," demikian pengakuan yang tersirat dari perjalanan timnas Inggris. "Generasi Emas" era 2000-an yang digawangi David Beckham, Steven Gerrard, dan Frank Lampard pun tak mampu membawa Inggris melewati babak perempat final pada 2002 dan 2006.
Kali ini, skuad asuhan Thomas Tuchel yang diperkuat Harry Kane dan Jude Bellingham berpeluang mengubah sejarah. Kemenangan atas Argentina tak hanya akan mengantarkan Inggris ke final, tetapi juga memutus rantai kegagalan di semifinal yang sudah berlangsung puluhan tahun. Terlepas dari hasil akhir, kehadiran Inggris di semifinal kali ini sudah menjadi pencapaian tersendiri di tengah dominasi tim-tim raksasa dunia.