Orang Palembang tahu betul, akhir pekan di mal atau pusat kuliner saja kadang tidak cukup untuk mengisi ulang energi. Udara panas kota dan kemacetan Jalan Jenderal Sudirman bikin kepala pusing. Solusinya? Cari udara segar di kaki Bukit Barisan, tempat air terjun Sumatera Selatan mengalir deras.
Dari yang lokasinya cuma sejam dari pusat kota hingga yang tersembunyi di perbatasan kabupaten, berikut tujuh air terjun yang layak masuk daftar kunjunganmu.
Letaknya di Desa Lawang Agung, Kecamatan Mulak Ulu, sekitar dua jam perjalanan dari Palembang. Air terjun ini punya ketinggian sekitar 30 meter dengan debit air yang stabil sepanjang tahun. Kolam di bawahnya cukup dalam untuk berenang, tapi pastikan kondisi fisik prima karena arus lumayan deras.
Akses jalannya sudah beraspal mulus hingga area parkir. Dari sini, kamu cuma perlu jalan kaki 5-10 menit. Waktu terbaik datang pagi hari sebelum jam 10—sinar matahari masih rendah, air tampak hijau kebiruan, dan belum banyak pengunjung.
Berada di kawasan Gunung Dempo, Curup Tenang punya daya tarik berupa tebing batu kapur yang mengelilingi air terjun. Lokasi tepatnya di Kelurahan Bumi Agung, Kecamatan Dempo Selatan. Airnya jatuh dari ketinggian sekitar 50 meter, menciptakan kabut tipis yang menyegarkan wajah.
Untuk mencapai sini, kamu harus menyusuri jalan setapak berbatu selama 20-30 menit dari area parkir. Sepatu anti-slip wajib hukumnya. Bawa juga jas hujan atau ponco—percikan air dari bawah cukup deras, apalagi kalau angin bertiup kencang.
Dinamakan Dua Warna karena airnya tampak biru dan hijau di waktu berbeda, tergantung sudut datang sinar matahari dan kandungan mineral. Berlokasi di Desa Tanjung Raman, Kecamatan Ujan Mas. Air terjun ini sebenarnya hasil sedimentasi kapur alami yang membentuk undakan seperti kolam bertingkat.
Dari Palembang, perjalanan darat memakan waktu sekitar 3 jam. Jalur menuju lokasi cukup terjal, jadi kendaraan roda dua lebih disarankan. Kalau bawa mobil, parkir di pos bawah lalu lanjut naik ojek lokal yang banyak mangkal di sana.
Namanya jarang terdengar, tapi pemandangannya tidak kalah dengan Curup Tenang. Lokasinya di Desa Tanjung Raya, Kecamatan Dempo Utara, dikelilingi hamparan kebun teh milik PTPN VII. Air terjun ini tidak terlalu tinggi—sekitar 15 meter—tapi kolamnya luas dan airnya jernih.
Aksesnya butuh perjuangan ekstra: jalan tanah berbatu selebar satu mobil, lalu dilanjutkan trekking 15 menit menuruni bukit. Disarankan datang bersama penduduk lokal atau pemandu. Jangan coba-coba datang sendirian di musim hujan—jalur licin dan rawan longsor.
Berada di Kecamatan Tanjung Sakti Pumi, perbatasan dengan Bengkulu. Air terjun ini punya tiga tingkatan dengan ketinggian total sekitar 40 meter. Yang unik, di tingkat kedua ada batu besar berlubang seperti gua kecil—bisa dipakai berteduh atau tempat duduk istirahat.
Jarak dari pusat kota Lahat sekitar 1,5 jam. Jalan aspal hanya sampai desa, selanjutnya jalan setapak menyusuri sawah dan sungai kecil. Sepatu boot karet atau sandal gunung sangat membantu. Bawa bekal makanan dan minuman karena tidak ada warung di sekitar lokasi.
Letaknya di Desa Bumi Agung, masih satu kawasan dengan Curup Tenang tapi lebih ke arah hilir. Air terjun ini lebih rendah, sekitar 10 meter, dengan kolam dangkal yang aman untuk anak-anak. Cocok buat keluarga yang ingin piknik sambil merendam kaki di air dingin.
Fasilitas di sini masih sangat minim—cuma ada lahan parkir tanah dan satu warung kecil yang buka tidak setiap hari. Bawa tikar, makanan ringan, dan air minum sendiri. Jangan lupa bawa kantong sampah, jaga kebersihan spot yang masih alami ini.
Berlokasi di Desa Simpang Sender, Kecamatan Buay Sandang Aji, perbatasan dengan Lampung. Air terjun ini disebut Putri Malu karena posisinya tersembunyi di balik tebing dan pepohonan rapat. Ketinggian sekitar 25 meter, airnya jatuh langsung ke sungai kecil yang mengalir ke Danau Ranau.
Perjalanan dari Palembang memakan waktu 4-5 jam. Sebagian besar jalan beraspal, tapi 2 kilometer terakhir berupa jalan tanah merah yang licin saat hujan. Disarankan pakai kendaraan double cabin atau motor trail. Kalau bawa mobil biasa, parkir di desa lalu lanjut ojek.
Kapan waktu terbaik ke air terjun Sumatera Selatan?
Musim kemarau antara Juni hingga September. Debit air tetap deras, tapi jalur tidak licin dan risiko banjir bandang kecil.
Apakah semua air terjun ini bisa dicapai dengan kendaraan pribadi?
Tidak. Air terjun nomor 4, 5, dan 7 butuh jalan kaki atau kendaraan khusus. Cek kondisi jalan terbaru lewat grup Facebook komunitas pecinta alam setempat.
Berapa biaya masuknya?
Harga bervariasi, cek langsung ke tempatnya. Beberapa dikelola desa dengan tarif sukarela, ada juga yang sudah punya tiket resmi.
Apakah aman berenang di kolam air terjun?
Tergantung lokasi. Air terjun dengan kolam dangkal seperti Curup Lematang relatif aman. Yang dalam seperti Lematang Indah sebaiknya hanya untuk perenang mahir. Selalu cek kedalaman dan arus sebelum masuk.
Ada penginapan di dekat lokasi?
Untuk Pagar Alam dan Lahat, banyak homestay dan hotel budget di pusat kota. Khusus Curup Embun dan Tanjung Sakti, tidak ada penginapan di sekitar—sewa villa di kota terdekat atau bawa tenda.
Air terjun Sumatera Selatan menawarkan pengalaman healing yang berbeda—bukan sekadar foto estetik, tapi perjumpaan langsung dengan alam yang masih liar. Pilih satu yang sesuai dengan kemampuan fisik dan waktu luangmu. Jangan lupa bawa pulang sampah, tinggalkan jejak yang baik.
Air terjun m?
na di Sumatera Selatan yang paling mudah dijangkau dari Palembang? A: Air Terjun Lematang Indah di Lahat paling terjangkau, hanya sekitar dua jam perjalanan dari Palembang dengan akses jalan beraspal mulus dan jalan kaki 5-10 menit.