PALEMBANG — Dua pelajar Sumatera Selatan yang lolos seleksi calon Paskibraka Nasional mendapatkan pembekalan langsung dari Gubernur Herman Deru, Senin pagi. Mereka adalah Muhammad Ikhsan Nugroho dari SMA Negeri 17 Palembang dan Khalyana Zahira Sandi, siswi MAN 1 Model Lubuk Linggau. Keduanya akan menjalani diklat di Depok sebelum mengibarkan duplikat bendera pusaka pada 17 Agustus 2026.
Herman Deru menegaskan bahwa pencapaian kedua pelajar itu bukanlah kebetulan. Ia menyebut proses penjaringan yang ketat menjadi bukti bahwa keduanya memiliki kapasitas dan prestasi yang mumpuni.
"Selamat kepada Muhammad Ikhsan Nugroho dan Khalyana Zahira Sandi. Kalian terpilih menjadi Paskibraka Nasional bukan karena kebetulan atau diundi, tetapi karena prestasi yang telah kalian tunjukkan selama proses penjaringan," ujar Herman Deru dalam keterangan yang diterima redaksi.
Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang tamu gubernur itu, orang nomor satu di Sumsel itu mengingatkan bahwa tugas membawa nama provinsi di tingkat nasional bukan perkara ringan. Meski demikian, ia meminta keduanya tidak larut dalam tekanan.
"Kalian membawa nama Sumatera Selatan, tetapi jangan sampai merasa terbebani hingga memengaruhi psikologis. Pegang teguh keyakinan, fokus berlatih, dan ikuti seluruh rangkaian diklat dengan baik," pesan Herman Deru.
Muhammad Ikhsan Nugroho berasal dari ibu kota provinsi, Palembang, sementara Khalyana Zahira Sandi merupakan putri dari Kota Lubuk Linggau. Keduanya akan bergabung dengan puluhan calon Paskibraka Nasional dari provinsi lain di Indonesia.
Pemusatan pendidikan dan pelatihan di Depok menjadi tahap akhir sebelum mereka dinyatakan layak bertugas pada upacara detik-detik proklamasi di Istana Negara. Selama diklat, peserta akan menjalani latihan fisik, baris-berbaris, serta wawasan kebangsaan.
Sumatera Selatan kerap mengirimkan utusan terbaiknya untuk menjadi Paskibraka Nasional. Keberhasilan dua pelajar ini melanjutkan tradisi tersebut setelah melalui seleksi berjenjang di tingkat kabupaten/kota hingga provinsi.
Herman Deru berharap keduanya dapat menyelesaikan seluruh rangkaian diklat dengan baik dan kembali ke Sumsel dengan pengalaman berharga. "Kami bangga, dan seluruh warga Sumsel menanti kalian bertugas nanti," pungkasnya.