PALEMBANG — Layanan ambulans apung milik Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Sumatera Selatan kembali menjadi andalan warga perairan. Kali ini, armada tersebut digunakan untuk merujuk seorang balita penderita muntaber dari Kecamatan Upang, Banyuasin, ke Palembang, pada Sabtu malam.
Rafatan, balita berusia satu setengah tahun, dilaporkan mengalami muntah dan buang air besar terus-menerus hingga tubuhnya lemas dan kehilangan nafsu makan. Keluarga dan bidan desa setempat segera meminta bantuan setelah kondisi anak tersebut tidak kunjung membaik.
Permintaan pertolongan diterima petugas Pos Pangkalan Sandar Upang sekitar pukul 21.00 WIB. Bidan Desa Asna menghubungi posko dan melaporkan adanya balita yang membutuhkan transportasi darurat melalui jalur sungai.
“Begitu menerima informasi tersebut, anggota jaga Pos Pangkalan Sandar Upang langsung mengerahkan ambulans apung untuk menjemput ke rumahnya,” kata Komandan Kapal Pol V-1027 Upang, Aiptu Ardianto, kepada wartawan, Minggu (12/7/2026).
Setelah dijemput, perjalanan menuju Palembang ditempuh dalam waktu sekitar satu jam melalui perairan Sungai Musi. Tim medis dan petugas kepolisian mengawal perjalanan balita tersebut hingga tiba di Dermaga Boom Baru.
Sesampainya di dermaga, Rafatan langsung dibawa ke RS Pelabuhan Boom Baru untuk mendapatkan penanganan intensif dari dokter jaga. “Alhamdulillah evakuasi berjalan lancar. Saat ini Rafatan sudah berada di rumah sakit dan tengah ditangani oleh dokter,” tambah Aiptu Ardianto.
Menurut Ardianto, ambulans apung tersebut memang disiagakan khusus untuk membantu masyarakat di kawasan perairan yang membutuhkan akses darurat ke fasilitas kesehatan. Layanan ini beroperasi tanpa dipungut biaya sepeser pun.
“Bagi masyarakat Upang dan sekitarnya, jangan ragu menghubungi kami dalam keadaan darurat. Kami siap membantu 24 jam penuh tanpa biaya apapun,” pungkasnya.
Keberadaan ambulans apung menjadi solusi vital bagi warga pesisir dan daerah aliran sungai di Sumsel, yang akses daratnya terbatas. Layanan ini memastikan warga tetap bisa mendapatkan pertolongan medis secara cepat meski berada di tengah perairan.