PALEMBANG — Dalam sepekan terakhir, intensitas kemunculan titik panas di Sumatera Selatan menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Berdasarkan data pemantauan satelit BPBD, total 493 hotspot terdeteksi mulai 1 hingga 10 Juli 2026. Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan angka ini menjadi peringatan dini bagi seluruh pihak.
Kabupaten Musi Banyuasin menempati posisi pertama dengan 89 titik panas. Disusul Muara Enim sebanyak 71 titik, OKI 67 titik, dan OKU 65 titik. Sementara itu, Kota Palembang dan Lubuklinggau menjadi dua daerah yang belum terdeteksi adanya hotspot sepanjang bulan ini.
“Secara harian masih terpantau puluhan titik. Hotspot terbanyak berada di Muba, Muara Enim, OKI, dan OKU,” ujar Sudirman, Minggu (12/7/2026).
BPBD mencatat secara kumulatif, jumlah hotspot di Sumsel sepanjang 2026 telah mencapai 2.342 titik. Puncak kemunculan terjadi pada Juni dengan 755 titik, disusul Mei sebanyak 708 titik. Kondisi cuaca yang semakin kering akibat berkurangnya intensitas hujan disebut sebagai pemicu utama.
Meski begitu, Sudirman mengingatkan bahwa hotspot bukan berarti telah terjadi kebakaran. “Hotspot merupakan indikator awal yang harus segera ditindaklanjuti. Karena itu kami terus melakukan patroli darat dan pemantauan,” pungkasnya.
Selain empat kabupaten utama, sejumlah daerah lain juga mencatatkan angka hotspot yang cukup tinggi. Kabupaten Lahat memiliki 38 titik, Ogan Ilir 37 titik, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) 27 titik, OKU Timur 22 titik, dan Banyuasin 20 titik. BPBD mengimbau pemerintah daerah setempat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan personel di lapangan.