PALEMBANG — Kejuaraan Badminton Kapolda Sumsel Cup VI Tahun 2026 resmi ditutup di GOR Badminton Drs. Warsito, SH, Komplek PAKRI Palembang. Ajang tahunan ini tidak hanya menjadi panggung kompetisi, tetapi juga laboratorium pembibitan atlet muda Palembang.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa hadir langsung dalam acara penutupan. Ia mendorong Generasi Z (Gen Z) untuk menjadikan badminton sebagai cabang olahraga yang digeluti secara serius.
Menurut Ratu Dewa, era digital justru membuka peluang besar bagi atlet muda. Akses ke teknik latihan kelas dunia kini bisa diperoleh lewat ponsel.
"Di era digital, akses untuk belajar teknik dan metode latihan semakin mudah. Generasi muda harus mampu memanfaatkan kemajuan teknologi sebagai sarana meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi," ujar Ratu Dewa.
Ia menilai, semangat para peserta, terutama atlet muda yang berhasil menjadi juara, membuktikan minat terhadap badminton di Palembang terus tumbuh. Antusiasme itu harus dirawat dengan kompetisi berjenjang.
Kejuaraan ini juga dihadiri Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Sandi Nugroho, Sekretaris Daerah Kota Palembang Aprizal Hasyim, serta jajaran kepala OPD Pemkot Palembang. Kehadiran lintas instansi menunjukkan olahraga menjadi jembatan kolaborasi.
Ratu Dewa berharap Kejuaraan Badminton Kapolda Sumsel Cup bisa digelar secara berkelanjutan. Menurutnya, kompetisi rutin menjadi kebutuhan untuk pembinaan atlet usia dini sekaligus meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga.
"Semoga kejuaraan ini menjadi motivasi bagi lebih banyak anak-anak dan remaja untuk menekuni badminton serta melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional," katanya.
Kejuaraan Badminton Kapolda Sumsel Cup VI Tahun 2026 juga diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Kepolisian, Pemerintah Kota Palembang, organisasi olahraga, dan masyarakat dalam mengembangkan prestasi olahraga di Sumatera Selatan.
Ratu Dewa menekankan, kejuaraan olahraga tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan karakter, sportivitas, dan pencarian bibit atlet yang mampu mengharumkan nama Palembang maupun Sumatera Selatan. Tanpa pembinaan sejak dini, potensi atlet muda bisa tenggelam.