Ditpolairud Polda Sumsel Gagalkan Penyelundupan 21 Ton Solar Ilegal di Dermaga Gandus, 5 Orang Diamankan

Penulis: Rizal Fikri  •  Jumat, 10 Juli 2026 | 21:42:01 WIB
Ditpolairud Polda Sumsel menggagalkan penyelundupan 21 ton solar ilegal di Dermaga Gandus.

PALEMBANG — Patroli malam Ditpolairud Polda Sumsel di perairan Sungai Musi berbuah tangkapan besar. Sekitar pukul 21.00 WIB, petugas mencurigai aktivitas pemindahan muatan dari dua truk tangki modifikasi ke sebuah kapal di Dermaga PT Payung Samudera, Gandus. Tim langsung bergerak dan menyergap lokasi tanpa perlawanan berarti.

Dua Truk Modifikasi Jadi Barang Bukti

Dari lokasi, polisi mengamankan dua unit truk Mitsubishi Colt Diesel berwarna kuning yang tangkinya telah dimodifikasi. Truk bernomor polisi BG 8481 IB diketahui membawa sekitar 11 ton solar olahan, sementara truk BG 8105 DH mengangkut sekitar 10 ton solar olahan. Total barang bukti mencapai 21 ton BBM ilegal yang siap didistribusikan ke kapal-kapal tugboat.

Lima Tersangka dan Peran Berbeda

Direktur Kepolisian Perairan dan Udara Polda Sumsel Kombes Pol Heru Agung Nugroho mengidentifikasi kelima tersangka. Mereka adalah T (35), AS (23), H (35), F (23), dan MI (23). Masing-masing diduga memiliki peran dalam rantai pengangkutan dan pemindahan BBM ilegal dari darat ke kapal.

Modus: Manfaatkan Jalur Sungai Musi

Jalur perairan Sungai Musi selama ini menjadi lintasan strategis bagi distribusi logistik, termasuk BBM. Para pelaku diduga memanfaatkan dermaga milik perusahaan untuk memindahkan solar ilegal ke kapal-kapal yang akan berlayar. Aktivitas ini menjadi perhatian Subdit Penegakan Hukum Ditpolairud yang terus mengintensifkan patroli di titik-titik rawan penyelundupan.

Kelima tersangka kini masih dalam pemeriksaan penyidik untuk mengungkap jaringan pemasok dan tujuan akhir distribusi BBM ilegal tersebut. Polisi juga masih mendalami apakah dermaga PT Payung Samudera digunakan secara sengaja atau tanpa sepengetahuan pihak perusahaan.

Reporter: Rizal Fikri
Sumber: palpres.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top