PALEMBANG — Maroko datang dengan modal performa menjanjikan. Tim asuhan Walid Regragui belum terkalahkan dalam 10 pertandingan kompetitif terakhir, dengan catatan tujuh kemenangan dan tiga hasil imbang. Di babak 16 besar, Achraf Hakimi dan kolega tampil dominan saat menumbangkan tuan rumah Kanada 3-0.
Efektivitas menjadi senjata utama Maroko. Mereka hanya membutuhkan empat tembakan tepat sasaran untuk mengamankan kemenangan atas Kanada. Hasil itu sekaligus memperpanjang rekor Atlas Lions sebagai tim Afrika pertama yang dua kali melewati lima pertandingan awal Piala Dunia tanpa kekalahan.
Duel melawan Prancis bukan sekadar perebutan tiket semifinal. Pertandingan ini menjadi ulangan semifinal Piala Dunia 2022 yang dimenangkan Prancis 2-0. Maroko kini memiliki peluang membalas kekalahan itu sekaligus menjaga martabat sepak bola Afrika di panggung dunia.
Hanya butuh satu kemenangan lagi bagi Maroko untuk menorehkan sejarah: melaju ke semifinal Piala Dunia untuk kedua kalinya secara beruntun.
Prancis tetap menjadi kandidat kuat juara dunia. Les Bleus baru saja mengamankan tiket ke delapan besar setelah menyingkirkan Paraguay dengan kemenangan tipis 1-0. Hasil itu memperpanjang rekor tak terkalahkan Prancis menjadi 12 pertandingan kompetitif, termasuk tujuh kemenangan beruntun.
Jika mampu mengalahkan Maroko, Prancis akan menjadi negara ketiga dalam sejarah yang mencapai tiga semifinal Piala Dunia secara berturut-turut. Laga ini juga menjadi momen spesial bagi pelatih Didier Deschamps. Pertandingan tersebut adalah laga Piala Dunia ke-25 yang dipimpinnya, menyamai rekor kepelatihan terbanyak sepanjang turnamen.
Perjalanan wakil-wakil Afrika di Piala Dunia 2026 menunjukkan perkembangan positif. Namun, nasib kurang beruntung membuat sebagian besar angkat koper akibat kebobolan di menit-menit akhir.
Afrika Selatan menjadi tim pertama yang tersingkir setelah Kanada mencetak gol kemenangan pada menit ke-92. Pantai Gading gagal melangkah lebih jauh setelah Erling Haaland memastikan kemenangan Norwegia melalui gol menit ke-86. Republik Demokratik Kongo bernasib serupa saat Inggris membalikkan keadaan lewat dua gol Harry Kane, termasuk gol penentu pada menit ke-86.
Drama paling menyakitkan dialami Senegal. Sempat unggul dua gol atas Belgia, mereka kebobolan tiga kali, termasuk gol penalti pada menit ke-125 babak tambahan. Cape Verde yang menjalani debut Piala Dunia juga mengakhiri langkahnya secara tragis setelah kalah 2-3 dari Argentina akibat gol bunuh diri di penghujung babak tambahan.
Mesir pun tak luput dari drama. Setelah memimpin 2-0 atas Argentina di babak 16 besar, mereka menyerah 2-3 setelah lawan mencetak tiga gol dalam 13 menit terakhir pertandingan.
Dari delapan wakil Afrika yang tampil di fase gugur, enam di antaranya tersingkir akibat gol yang tercipta pada 10 menit terakhir atau babak tambahan. Statistik itu menggambarkan betapa tipisnya margin antara keberhasilan dan kegagalan di ajang sepak bola paling bergengsi di dunia.
Secara statistik, Prancis masih unggul atas Maroko. Dalam enam pertemuan sebelumnya, Les Bleus belum pernah kalah dengan koleksi empat kemenangan dan dua hasil imbang. Pertemuan terakhir terjadi pada semifinal Piala Dunia 2022 yang berakhir 2-0 untuk Prancis.
Namun, performa Maroko dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan mereka bukan lagi tim yang bisa dipandang sebelah mata. Pertahanan disiplin, organisasi permainan rapi, serta serangan balik cepat menjadi kekuatan utama yang berpotensi merepotkan lini belakang Prancis.
Di kubu Prancis, Kylian Mbappe tetap menjadi andalan utama dengan kecepatan dan naluri mencetak gol. Namun, pemain yang tengah menjadi sorotan adalah Michael Olise. Gelandang serang Bayern Munchen itu tampil impresif dengan koleksi tiga gol dan lima assist sepanjang turnamen.