Investor Solo Ashley Smith Kumpulkan Dana Rp 412 Miliar untuk Startup AI dan Keamanan Siber

Penulis: Fauzan Akbar  •  Kamis, 09 Juli 2026 | 01:18:31 WIB
Ashley Smith resmi menutup penggalangan dana Fund II senilai Rp 412 miliar untuk startup AI dan keamanan siber.

SUMATERA SELATAN — Vermilion Cliffs Ventures, firma modal ventura yang didirikan pada 2023, resmi menutup penggalangan dana Fund II senilai US$25 juta (sekitar Rp 412 miliar) pada pekan lalu. Pendiri sekaligus satu-satunya general partner (GP) perempuan di firma tersebut, Ashley Smith, mengatakan proses penggalangan dana ini hanya memakan waktu sekitar empat bulan, dengan sebagian besar modal berasal dari investor yang sudah ada di fund sebelumnya.

Fokus Investasi: AI, Keamanan, dan Alat Pengembang

Smith mengonfirmasi bahwa dana tahap kedua ini akan melanjutkan tesis investasi yang sama: mendanai pendiri yang berlatar belakang teknis dan membangun produk di tiga sektor utama. Ketiganya adalah infrastruktur kecerdasan buatan (AI), keamanan siber (security), dan perangkat untuk pengembang perangkat lunak (dev tools).

“Menjual produk ke tim pengembang dan tim keamanan adalah disiplin tersendiri. Sebagian besar pendiri mempelajarinya dengan cara mahal — melalui waktu,” ujar Smith. “Saya mencoba membantu mereka melewati kesalahan yang pernah saya buat atau lihat dilakukan pendiri lain.”

Cek Rata-rata dan Target Portofolio

Untuk Fund II, Vermilion Cliffs Ventures akan mengeluarkan cek rata-rata antara US$500.000 hingga US$1 juta (sekitar Rp 8,2 miliar hingga Rp 16,5 miliar) per perusahaan. Smith menargetkan pendanaan untuk setidaknya 25 perusahaan dalam kurun waktu dua setengah tahun ke depan. Hingga saat ini, enam perusahaan rintisan sudah mendapatkan suntikan dana dari fund baru tersebut.

Fund I Vermilion Cliffs Ventures sebelumnya berhasil mengumpulkan US$13 juta (sekitar Rp 214 miliar) dan mendanai 35 perusahaan. Di antaranya adalah Keycard, startup keamanan siber, dan CopilotKit, perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur AI.

Strategi Pemasaran ala Smith: Go-to-Market untuk Developer

Berbekal pengalaman di bagian pemasaran di Twilio, Facebook, GitHub, dan GitLab, Smith menawarkan lebih dari sekadar modal. Ia secara spesifik membantu pendiri startup menyusun strategi go-to-market (GTM) yang tepat sasaran, terutama untuk menjangkau komunitas developer dan tim keamanan — dua segmen yang dikenal sulit ditembus dengan pendekatan pemasaran konvensional.

“Kebanyakan firma tahap awal hanya membantu founder menggalang dana untuk putaran berikutnya. Saya ingin membantu mereka mendapatkan pendapatan lebih dulu,” kata Smith.

Posisi Vermilion Cliffs di Lanskap Modal Ventura

Dengan Fund II ini, Vermilion Cliffs Ventures menempatkan diri sebagai pemain kecil namun fokus di tengah hiruk-pikuk modal ventura global. Smith menjadi salah satu dari segelintir solo GP perempuan yang mengelola dana ventura secara independen — sebuah posisi yang masih langka di industri yang didominasi firma besar dengan banyak mitra.

Pendekatan Smith yang menggabungkan modal dengan pendampingan GTM yang spesifik membuat Vermilion Cliffs relevan bagi startup B2B yang menjual produk teknis ke perusahaan lain. Bagi ekosistem startup Indonesia, model seperti ini bisa menjadi referensi bagaimana investor tahap awal bisa memberikan nilai lebih di luar uang tunai.

Reporter: Fauzan Akbar
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top