MUARA ENIM — Dua titik perlintasan kereta api yang selama ini menjadi titik rawan kecelakaan di Kabupaten Muara Enim bakal segera berubah wajah. PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memulai proyek pembangunan flyover di JPL 99 Simpang Belimbing dan JPL 111 Ujan Mas.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) menjadi landasan hukum dan operasional proyek ini. Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan wujud tanggung jawab sosial perusahaan terhadap keselamatan warga.
“Pembangunan flyover ini bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi merupakan wujud tanggung jawab sosial PTBA dalam menjaga keselamatan masyarakat yang sering melalui area perlintasan aktivitas transportasi kereta api angkutan batu bara,” ujar Bambang dalam keterangan resmi yang diterima, Minggu (6/7/2026).
Untuk JPL 99 Simpang Belimbing, PTBA menyempurnakan desain konstruksi dari rancangan awal. Kini flyover tersebut akan memiliki panjang bentang sekitar 654 meter dengan lebar total 12,5 meter.
Material yang digunakan pun disebut lebih andal untuk memenuhi kebutuhan lalu lintas jangka panjang. Bambang menambahkan, penyempurnaan ini dilakukan untuk memastikan aspek keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama.
PTBA juga berkomitmen mendukung penyelesaian flyover di JPL 111 Ujan Mas melalui mekanisme dan tata kelola yang serupa. Proyek ini mencerminkan semangat kolaborasi yang terus dibangun bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.
“Keberhasilan pembangunan kedua flyover tidak hanya bergantung pada dukungan pendanaan dan aspek teknis, tetapi juga pada dukungan kolaborasi serta koordinasi yang erat di antara seluruh pihak yang terlibat,” kata Bambang.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dalam proyek ini. Ia menilai pembangunan flyover merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah dan dunia usaha.
“Pembangunan flyover ini merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menghadirkan infrastruktur yang meningkatkan keselamatan serta memperlancar mobilitas masyarakat,” jelas Herman Deru.
Ia berharap seluruh pihak terus menjaga komitmen dan koordinasi agar proyek dapat diselesaikan sesuai rencana. Manfaatnya, kata dia, harus segera dirasakan oleh masyarakat Sumatera Selatan, khususnya Kabupaten Muara Enim.
Kehadiran dua flyover ini diharapkan menjadi solusi permanen bagi kawasan perlintasan sebidang yang selama ini menghambat mobilitas. Selain meningkatkan keselamatan, proyek ini juga mendukung konektivitas wilayah dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Sebagai perusahaan energi kelas dunia, PTBA terus mengedepankan kolaborasi dalam menghadirkan pembangunan berkelanjutan. Tidak hanya untuk mendukung operasional perusahaan, tetapi juga memberikan ruang yang aman bagi masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari.