Harga Mobil Baru di AS Tembus Rekor, Dealer Patok Rata-Rata Rp 831 Juta per Juni 2025

Penulis: Rizal Fikri  •  Minggu, 05 Juli 2026 | 12:57:01 WIB
Harga mobil baru di AS mencapai rekor tertinggi dengan rata-rata Rp 831 juta per Juni 2025.

SUMATERA SELATAN — Data dari Automotive News yang dirilis pekan lalu menunjukkan tren kenaikan harga yang terus berlanjut di pasar otomotif Negeri Paman Sam. Angka tersebut memecahkan rekor sebelumnya sebesar USD 51.820 yang tercatat pada 7 Juli 2023, dan bertahan nyaris tiga tahun.

Yang menarik, lonjakan harga ini bukan berasal dari pabrikan, melainkan dari dealer. Istilah "average marketed price" yang digunakan dalam laporan tersebut merujuk pada harga yang dipajang di website dealer setelah dipotong diskon — artinya, ini adalah harga yang benar-benar diminta konsumen, bukan harga eceran resmi dari pabrik.

Sedan Kompak Paling Terpukul, SUV Populer Ikut Meroket

Dari 133 model yang dipantau, sebanyak 99 model mengalami kenaikan harga. Segmen sedan kompak mencatat kenaikan paling besar secara persentase, yaitu 12 persen atau setara USD 2.869 (Rp 45,9 juta) dibandingkan akhir Juni 2024. Fenomena ini dinilai sebagai efek domino dari konsumen yang mulai beralih ke mobil murah di tengah tekanan inflasi, sekaligus sinyal bahwa permintaan terhadap sedan mulai bangkit kembali.

Di sisi lain, SUV populer yang baru berganti generasi juga tak luput dari kenaikan. Toyota RAV4 misalnya, harganya naik 15,7 persen secara year-on-year, sementara Kia Telluride melonjak 16,4 persen. Keduanya merupakan model yang baru saja menjalani penyegaran dan masih dalam fase permintaan tinggi.

Segmen Menurun: Konvertibel dan Minivan Justru Turun Harga

Tidak semua segmen mencatat rekor. Lima kategori justru mengalami penurunan harga, dengan konvertibel menjadi yang paling tajam minus 9,8 persen, disusul minivan yang turun 3,2 persen. Dua kategori lain — SUV besar mewah dan van mewah — juga turun, meski volumenya relatif kecil dan dianggap sebagai ceruk pasar.

Dari sisi model individual, Hyundai Ioniq 5 menjadi salah satu yang paling anjlok dengan penurunan 17 persen. Jeep Wrangler juga ikut terkoreksi 4 persen dibanding tahun lalu. Sementara itu, Nissan Rogue hanya naik tipis 0,2 persen — hampir tidak terasa di kantong konsumen.

Rekor Bertahan Empat Hari, Lalu Naik Lagi

Rekor baru ini tercapai secara bertahap. Pada 26 Juni, harga rata-rata sempat menyentuh USD 51.821 — hanya satu dolar di atas rekor sebelumnya. Namun dalam empat hari berikutnya, angka itu terus merangkak naik hingga akhir bulan. Dibandingkan hari yang sama tahun lalu, lonjakannya mencapai USD 2.421 atau 4,9 persen. Dalam sebulan terakhir, kenaikannya tercatat USD 314.

Yang perlu dicatat, data ini tidak mencakup merek yang menjual langsung ke konsumen seperti Tesla, Lucid, dan Rivian. Artinya, kondisi riil di lapangan bisa jadi lebih mahal jika memperhitungkan model-model listrik premium yang tidak masuk dalam sampel 133 model tersebut.

Reporter: Rizal Fikri
Sumber: thedrive.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top