PALEMBANG — Suasana berbeda menyelimuti gedung Sat Tahti Polrestabes Palembang pada Rabu sore. Alih-alih menggelar upacara seremonial atau syukuran di aula, jajaran kepolisian justru memilih merayakan Hari Bhayangkara ke-80 bersama para penghuni sel tahanan.
Sebanyak 150 orang tahanan mengikuti rangkaian acara yang dimulai pukul 15.00 WIB. Kegiatan berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan penuh kekeluargaan.
Rangkaian acara diawali dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan pengabdian Polri selama delapan dekade. Setelah itu, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan memotong kue Hari Bhayangkara dan membagikannya langsung ke tangan para tahanan.
“Ini simbol kebersamaan, kepedulian, dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Kombes Pol Sonny di hadapan jajaran Pejabat Utama Polrestabes Palembang yang turut mendampingi.
Kegiatan ini, menurut Kapolrestabes, merupakan implementasi nyata dari Program Presisi Polri. Konsepnya menekankan keseimbangan antara penegakan hukum yang tegas dan pendekatan humanis dalam pembinaan.
“Meskipun mereka sedang menjalani proses hukum, mereka tetap memiliki hak untuk diperlakukan secara manusiawi,” tegasnya.
Pembinaan psikologis dan sosial terhadap para tahanan dinilai penting untuk menciptakan situasi ruang tahanan yang kondusif. Selain itu, pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran hukum para tahanan serta mempersiapkan mereka menjadi pribadi yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.
Kombes Pol Sonny menambahkan, Hari Bhayangkara ke-80 tidak dimaknai semata-mata sebagai perayaan institusi. Justru di momen inilah nilai-nilai kemanusiaan dalam pelaksanaan tugas kepolisian kembali diperkuat.
“Berbagi kebahagiaan dan kepedulian kepada seluruh tahanan adalah bagian dari tugas kami,” pungkasnya.
Kegiatan berlangsung hingga sore hari tanpa insiden. Para tahanan terlihat antusias mengikuti rangkaian doa dan menerima kue yang dibagikan langsung oleh Kapolrestabes dan jajarannya.