EMPAT LAWANG — Kebakaran yang melanda permukiman warga di Desa Talang Benteng pada Jumat (26/6/2026) sore sekitar pukul 15.00 WIB tidak hanya meratakan lima rumah, tetapi juga menyebabkan delapan rumah lainnya mengalami kerusakan berat dan tiga rumah rusak ringan. Total kerugian material akibat musibah ini diperkirakan mencapai Rp450 juta.
Merespons cepat bencana tersebut, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru memerintahkan jajaran BPBD untuk segera turun ke lokasi. Bantuan darurat tahap pertama pun disalurkan dua hari setelah kejadian, tepatnya pada Minggu (28/6/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahabna, melalui Kepala Seksi Tanggap Darurat, Supanto, menyerahkan langsung bantuan logistik kepada para korban. Setiap kepala keluarga menerima satu paket sembako, satu unit lampu lentera, dan satu lembar selimut untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka di masa darurat.
"Pemprov Sumsel melalui BPBD hadir untuk memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan bantuan secepat mungkin. Selain menyalurkan logistik, kami juga melakukan kaji cepat dan pendataan kerusakan sebagai dasar penanganan lebih lanjut," ujar Supanto dalam keterangannya.
Tim BPBD Sumsel tidak hanya membagikan bantuan. Mereka juga langsung melakukan kaji cepat untuk memetakan kebutuhan mendesak para penyintas sekaligus mendata secara rinci tingkat kerusakan bangunan. Data ini menjadi acuan bagi pemerintah provinsi untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Dari hasil pendataan, total ada 16 kepala keluarga yang terdampak langsung. Sebagian dari mereka kini terpaksa tinggal di rumah kerabat atau tempat penampungan sementara sambil menunggu proses pemulihan.
BPBD Provinsi Sumsel memastikan akan terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Empat Lawang, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa dalam penanganan pascakebakaran. Koordinasi ini mencakup pendataan lanjutan serta identifikasi kebutuhan spesifik warga yang mungkin belum terpenuhi melalui bantuan awal.
Bantuan yang diberikan pada tahap pertama ini diharapkan dapat meringankan beban warga Desa Talang Benteng yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Pemerintah provinsi berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi dan memastikan proses pemulihan berjalan optimal.