Palembang Fashion Carnaval 2026 Digelar di Benteng Kuto Besak, Songket dan Jumputan Jadi Bintang Utama

Penulis: Hamdani Putra  •  Senin, 29 Juni 2026 | 15:00:01 WIB
Model mengenakan busana songket dan jumputan dalam Palembang Fashion Carnaval 2026 di Benteng Kuto Besak.

PALEMBANG — Panggung utama di pelataran Benteng Kuto Besar berubah menjadi runway raksasa yang menampilkan kreasi busana berbasis warisan wastra Sumatera Selatan. Palembang Fashion Carnaval 2026 tidak hanya menyuguhkan peragaan busana, tetapi juga menjadi ajang promosi identitas budaya Bumi Sriwijaya.

Asisten III Setda Kota Palembang, Akhmad Bastari, yang hadir mewakili Pemkot Palembang, menegaskan bahwa acara ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif. Menurutnya, songket dan jumputan bukan sekadar kain, melainkan identitas bangsa yang harus terus dilestarikan dan dikembangkan.

Fashion Sebagai Bahasa Budaya dan Identitas Daerah

Dalam sambutannya, Bastari menyebut bahwa fashion bukanlah sekadar busana yang melekat di badan. "Fashion adalah bahasa budaya, identitas, kreativitas, dan kebanggaan suatu daerah," ujarnya. Ia menambahkan, melalui karnaval ini, Palembang ingin mengirimkan pesan ke kancah nasional maupun internasional bahwa warisan budaya lokal mampu bertransformasi mengikuti zaman tanpa kehilangan jati diri.

Pernyataan itu sekaligus menjawab tantangan globalisasi yang kerap menggerus nilai-nilai tradisional. Dengan mengusung wastra lokal sebagai bintang utama, Pemkot Palembang berharap generasi muda semakin bangga mengenakan produk dalam negeri.

Momentum Membangun Ekonomi Kreatif yang Tangguh

Lebih dari sekadar hiburan visual, Palembang Fashion Carnaval 2026 menjadi momentum penting untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang kuat dan berdaya saing. Bastari menekankan bahwa acara ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat, khususnya para perajin songket dan jumputan di Sumatera Selatan.

Pemkot Palembang, lanjut Bastari, ingin bersama-sama membangun ekosistem yang semakin kuat, berdaya saing, dan mampu menyerap tenaga kerja lokal. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk mengangkat potensi UMKM di sektor fesyen dan kerajinan tradisional.

Wastra Lokal Mendunia, Target Jangka Panjang

Palembang Fashion Carnaval 2026 bukanlah acara tahunan biasa. Ajang ini dirancang sebagai panggung budaya untuk mendorong warisan wastra lokal mendunia. Dengan menghadirkan berbagai kreativitas dari desainer lokal, songket dan jumputan Palembang diharapkan semakin dikenal di pasar global.

Penampilan para peserta yang mengenakan busana khas Sumatera Selatan berhasil menyedot perhatian ribuan pengunjung yang hadir. Suasana semakin semarak dengan tata panggung yang megah di kawasan ikonik Benteng Kuto Besak, menjadikan acara ini sebagai salah satu destinasi wisata budaya yang wajib dikunjungi.

Reporter: Hamdani Putra
Sumber: palpres.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top