Test Drive Tesla Model Y vs Toyota bZ 2026: Dua SUV Listrik Terjangkau, Mana yang Lebih Layak Dibeli?

Penulis: Rizal Fikri  •  Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:15:01 WIB
Toyota bZ hadir dengan interior ergonomis dan layar sentral 14 inci yang mendukung Android Auto dan Apple CarPlay nirkabel.

SUMATERA SELATAN — Pasar SUV listrik global makin panas setelah Toyota dan Tesla sama-sama menyegarkan produk andalan mereka di segmen harga terjangkau. Toyota bZ (sebelumnya bernama bZ4X) kini hadir dengan harga mulai USD 36.495 atau sekitar Rp 584 juta, sedangkan Tesla Model Y 2026 dibuka dari USD 41.630 atau setara Rp 666 juta. Keduanya diposisikan sebagai kendaraan listrik massal, tapi DNA masing-masing sangat berbeda.

Interior Toyota bZ: Ergonomi Lebih Baik, Tapi Posisi Duduk Masih Kikuk

Toyota melakukan perombakan besar pada kabin bZ. Layar sentral kini berdiameter 14,0 inci — naik dari 12,3 inci — dan yang paling penting: masih menyediakan kenop fisik, sesuatu yang tidak dimiliki Tesla. Fitur Android Auto dan Apple CarPlay nirkabel juga menjadi standar, membuat pengguna tidak perlu bergantung pada sistem operasi bawaan Toyota yang dinilai "biasa saja".

Namun, posisi setir yang rendah dan panel instrumen yang tinggi masih menjadi masalah. Jika tidak diatur pas dengan postur tubuh pengemudi, pandangan ke speedometer terasa tidak natural. Toyota mengaku sudah memperbaiki tata letak ini, tapi hasilnya masih belum ideal. Selain itu, mobil ini terlalu sering membunyikan peringatan suara — bahkan saat pengemudi hanya menoleh sebentar ke samping — yang terasa mengganggu dalam perjalanan jauh.

Eksterior: Toyota Lebih Berkarakter, Tesla Malah Terlihat Membosankan

Dari sisi tampilan, Toyota bZ tampil lebih segar dengan sirkuit lampu depan "hammerhead", garis bodi bertekstur, dan velg 18 inci standar. Sebaliknya, Tesla Model Y versi dasar justru tampil polos dengan velg baja 18 inci bertutup aerodinamis yang membuatnya terlihat seperti mobil bot dalam video game. Untuk mendapatkan tampilan lebih menarik, konsumen harus mengeluarkan USD 1.500 (Rp 24 juta) untuk velg alloy 19 inci, tapi konsekuensinya jarak tempuh berkurang hampir 20 mil (32 km) menurut standar EPA.

Performa dan Pengisian Daya: Toyota Kejar Ketertinggalan

Untuk 2026, Toyota membenahi jantung pacu bZ. Motor listrik dan baterai baru dihadirkan, serta yang paling krusial: port pengisian NACS yang kompatibel dengan jaringan Supercharger Tesla. Ini artinya pemilik bZ kini bisa mengisi daya di stasiun milik kompetitor langsung. Onboard charger 11,0 kW juga baru, memangkas waktu pengisian di rumah.

Model Y 2026 mendapat ubahan menyeluruh, termasuk varian baru penggerak roda belakang (RWD) yang menjadi pintu masuk termurah. Fitur Full-Self Driving (Supervised) kini bisa diakses lewat langganan USD 99 per bulan, bukan lagi paket sekali bayar USD 8.000 seperti sebelumnya — nilai yang jauh lebih masuk akal bagi konsumen yang ingin mencoba teknologi otonom tanpa komitmen besar.

Kesimpulan: Bukan Soal Menang-Kalah, Tapi Kebutuhan

Tesla Model Y tetap unggul dalam ekosistem pengisian daya dan perangkat lunak, sementara Toyota bZ menawarkan harga lebih murah, fitur konektivitas lebih lengkap, dan tampilan lebih menarik. Toyota bZ adalah pilihan rasional bagi pembeli yang mengutamakan nilai uang dan tidak ingin direpotkan dengan sistem infotainment yang membatasi pilihan aplikasi. Namun, jika Anda menginginkan pengalaman berkendara yang mulus secara digital dan akses penuh ke jaringan Supercharger, Model Y masih menjadi raja di kelasnya.

Reporter: Rizal Fikri
Sumber: caranddriver.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top