LAHAT — Sebanyak 17 kabupaten dan kota se-Sumatera Selatan mengirimkan kafilah terbaiknya untuk berlomba di MTQ XXXI tingkat provinsi yang digelar di Lahat. Pembukaan berlangsung Selasa (23/6/2026) dan dipimpin langsung Gubernur Herman Deru.
Dalam sambutannya, Herman Deru menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar perlombaan membaca Al-Qur'an. Ia menyebut ajang ini sebagai bagian dari proses pembinaan jangka panjang untuk melahirkan generasi Qurani yang mampu mengharumkan nama Sumsel di tingkat nasional.
“MTQ ini bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi sarana menjaring peserta terbaik yang akan membawa nama Sumatera Selatan pada MTQ Nasional ke-31 di Semarang,” ujar Herman Deru.
Optimisme Herman Deru terhadap capaian kontingen Sumsel bukan tanpa dasar. Ia mengingatkan bahwa Sumsel sempat masuk 10 besar nasional pada 2006, lalu mengalami penurunan prestasi sebelum kembali bangkit dalam beberapa tahun terakhir.
“Alhamdulillah, pada MTQ Nasional 2022 Sumatera Selatan kembali masuk 10 besar nasional dan prestasi itu terus meningkat,” katanya.
Gubernur menargetkan capaian kali ini lebih tinggi. “Kita ingin Sumatera Selatan tetap berada di kelompok elite nasional. Target kita minimal masuk lima besar nasional melalui pembinaan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Kebangkitan prestasi Sumsel di ajang MTQ nasional, menurut Herman Deru, tidak lepas dari Program Satu Desa Satu Rumah Tahfiz yang digagas Pemprov Sumsel. Program ini mendapat dukungan dari pemerintah kabupaten/kota, pondok pesantren, dan masyarakat.
“Program rumah tahfiz telah melampaui target yang ditetapkan. Hasilnya tidak hanya melahirkan hafiz dan hafizah, tetapi juga meningkatkan kualitas peserta MTQ,” jelasnya.
Herman Deru juga menyoroti pentingnya independensi dewan hakim dalam memberikan penilaian. Menurutnya, hasil penilaian akan menentukan wakil terbaik Sumsel yang akan berlaga di tingkat nasional.
“Dewan hakim memiliki tanggung jawab besar karena hasil penilaian akan menentukan utusan Sumatera Selatan di MTQ Nasional. Karena itu, objektivitas dan profesionalisme harus benar-benar dijaga,” tegasnya.
Gubernur mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Lahat yang dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan MTQ tingkat provinsi tahun ini. Menurutnya, kesiapan panitia dan dukungan seluruh pihak menjadi faktor penting dalam menyukseskan pelaksanaan kegiatan tersebut.
Kepada seluruh peserta, Herman Deru berpesan agar menjadikan MTQ sebagai sarana memperdalam kecintaan terhadap Al-Qur'an serta mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
“Ikutilah MTQ ini dengan sungguh-sungguh. Jangan hanya mengejar gelar juara, tetapi jadikan ajang ini sebagai kesempatan untuk membawa nama baik daerah dan berlomba dalam kebaikan,” pesannya.
MTQ XXXI tingkat Provinsi Sumatera Selatan diikuti kafilah dari 17 kabupaten dan kota. Ajang ini diharapkan menjadi wadah pembinaan sekaligus melahirkan generasi Qurani yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.