14 Rekomendasi Kuliner Palembang 2026: Dari Mie Celor Legendaris hingga Laksan Hits

Penulis: Rizal Fikri  •  Sabtu, 06 Juni 2026 | 08:18:31 WIB
Mie Celor 26 Ilir menyajikan kuah santan dan kaldu udang sejak 1953 di Palembang.

SUMATERA SELATAN — Palembang memiliki ekosistem kuliner yang unik. Warung legendaris seperti Martabak HAR (1947) dan Mie Celor 26 Ilir (1953) bertahan dengan resep turun-temurun. Di sisi lain, Laksan Kaito dan Pondok Pindang Umak menarik pencinta kuliner modern yang mencari cita rasa autentik dalam kemasan segar. Data terbaru menunjukkan pengunjung tidak hanya mencari rasa, tapi juga pengalaman dan kemudahan akses informasi—itulah mengapa panduan ini hadir.

Warung Legendaris yang Bertahan Puluhan Tahun

Tiga tempat ini menjadi ikon kuliner Palembang yang wajib dicoba. Mie Celor 26 Ilir, berdiri sejak 1953, menawarkan kuah santan berpadu kaldu udang yang gurih, dilengkapi telur rebus, tauge, udang, dan taburan ebi. Lokasinya di Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 2, buka setiap hari pukul 06.00-21.00 WIB, harga mulai Rp24.000 hingga Rp62.000.

Martabak HAR dirintis Haji Abdul Razak pada 1947. Tempat ini menyajikan martabak telur dengan kuah kari India yang kaya rempah, plus roti cane dengan kuah serupa. Berlokasi di Jl. Jend. Sudirman No. 887, buka pukul 10.00-22.00 WIB, harga Rp20.000-Rp50.000.

Rumah Makan Sarinande Tempo Doeloe (STD) Palembang legendaris sejak 1956. Tempat ini menjadi destinasi utama untuk mencicipi pindang belido—hidangan berbahan ikan asli Sumatera Selatan. Menu lain termasuk pindang patin, pindang udang, dan pindang tulang. Alamat di Jl. Mayor Ruslan No. 966, buka pukul 10.00-22.00 WIB, harga mulai Rp20.000.

Pempek dan Laksan: Dua Sisi Kuliner Tradisional

Pempek Candy di Jl. Jend. Sudirman No. 143 menjadi favorit untuk menikmati pempek autentik dengan harga bersahabat. Menu andalannya adalah pempek kapal selam berukuran besar, plus variasi pempek adaan dan lenjer. Buka setiap hari pukul 08.00-21.00 WIB, harga berkisar Rp10.000-Rp50.000.

Laksan Kaito menyajikan laksan—hidangan tradisional berbahan campuran ikan dan tepung sagu yang disiram kuah santan gurih dan kental. Tempat ini menawarkan varian laksan biasa dan laksan telur. Ini memberikan pengalaman berbeda bagi yang ingin menjelajahi kuliner khas Palembang di luar pempek.

Pindang Hits untuk Pencinta Hidangan Laut

Pondok Pindang Umak Palembang di Jl. Demang Lebar Daun menjadi pilihan utama bagi pencinta olahan pindang. Kuah pindangnya dikenal kaya rasa dan segar, dengan pilihan menu berbahan ikan atau daging yang disajikan dengan kuah pedas dan asam. Buka pukul 10.30-21.00 WIB, harga berkisar Rp30.000-Rp70.000.

FAQ: Seputar Kuliner Palembang

Apa saja makanan khas Palembang selain pempek?
Selain pempek, Palembang memiliki Mie Celor (mie dengan kuah santan dan kaldu udang), Laksan (mie sagu dengan kuah santan kental), Pindang (hidangan ikan berkuah pedas-asam), dan Martabak HAR yang disajikan dengan kuah kari.

Kapan waktu terbaik untuk wisata kuliner di Palembang?
Sebagian besar warung legendaris buka dari pagi hingga malam. Mie Celor 26 Ilir buka sejak pukul 06.00 WIB, cocok untuk sarapan. Sementara Martabak HAR dan Sarinande STD buka hingga pukul 22.00 WIB, ideal untuk makan malam.

Reporter: Rizal Fikri
Sumber: mawar#3204 This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top