Unsri Perkuat Riset Pangan dan Energi dengan Kolaborasi Lintas Instansi dan Beasiswa Luar Negeri

Penulis: Syahril Hamid  •  Kamis, 28 Mei 2026 | 13:20:07 WIB
Rektor Unsri menegaskan penguatan riset pangan dan energi melalui optimalisasi sumber daya yang ada.

PALEMBANG — Universitas Sriwijaya (Unsri) tidak akan membuka program studi atau fakultas baru demi memperkuat riset ketahanan pangan dan energi. Sebaliknya, kampus berstatus Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) ini memilih mengoptimalkan sumber daya yang sudah ada.

"Semuanya bisa kita optimalkan. Ketahanan pangan kita akan optimalkan dari fakultas pertanian dan ketahanan energi di fakultas teknik," ujar Rektor Unsri Taufik Marwa, Kamis (28/5/2026).

Kolaborasi Lintas Instansi dan Pertukaran Mahasiswa Jadi Kunci

Menurut Taufik, penguatan riset tidak bisa dilakukan sendiri. Unsri akan menggandeng berbagai instansi dan sektor industri untuk membangun hilirisasi energi dan pertanian. Kolaborasi ini diyakini bisa mempercepat lahirnya inovasi baru yang berbasis pada komoditas unggulan Sumatra Selatan.

"Kolaborasi berbasis riset dapat mempercepat pengembangan inovasi," kata dia.

Selain kerja sama kelembagaan, Unsri juga mendorong pertukaran mahasiswa dan peluang beasiswa ke luar negeri. Universitas ini sudah menjalin komunikasi dengan Malaysia untuk penelitian di bidang pertanian dan energi. Harapannya, inovasi yang lahir tidak hanya bermanfaat di dalam kampus, tetapi juga bagi masyarakat luas.

"Kita berusaha untuk mendukung itu (riset dan penguatan ketahanan pangan dan energi). Tidak mesti kita bentuk prodi dan fakultas baru. Kita bisa optimalkan prodi yang sudah ada," jelas dia.

Status PTNBH Beri Keleluasaan Kelola Program Studi

Status PTNBH yang disandang Unsri menjadi modal penting dalam rencana ini. Dengan otonomi akademik dan kemandirian pengelolaan, kampus bisa lebih gesit dalam membuka atau menutup program studi sesuai kebutuhan.

"Unsri saat ini dengan otonomi akademik setelah berstatus PTNBH memiliki kewenangan penuh dan kemandirian dalam mengelola tata kelola, keuangan, sumber daya manusia. Ini mendorong kampus lebih sederhana dalam pembukaan atau penutupan program studi untuk menjalankan program yang diinstruksikan pemerintah pusat," jelas Taufik.

Practitioner Goes to Campus: Jembatan Teori dan Praktik di Lapangan

Pada April 2026, Unsri melalui Fakultas Pertanian telah menjalin sinergi dengan Balai Karantina dalam program Practitioner Goes to Campus. Program ini menjadi bagian dari perkuliahan mata kuliah Karantina Tumbuhan dengan tema “Indonesian Quarantine: The Silent Hero Behind Food Security”.

Kerja sama antara perguruan tinggi dan praktisi lapangan ini diharapkan mampu mendukung proses pembelajaran di bidang yang memiliki peran strategis dalam menjaga sumber daya hayati dan ketahanan pangan nasional. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Unsri sebagai pusat riset yang relevan dengan kebutuhan daerah dan nasional.

Reporter: Syahril Hamid
Sumber: sumsel.idntimes.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top