Masjid Istiqlal Distribusi Daging Kurban ke Ponpes dan Lembaga Binaan, Tak Ada Pembagian Langsung

Penulis: Fauzan Akbar  •  Selasa, 26 Mei 2026 | 14:57:01 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan skema baru distribusi daging kurban di Masjid Istiqlal.

JAKARTA — Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, mengumumkan perubahan skema penyaluran daging kurban untuk Idul Adha 1447 Hijriah. Tahun ini, seluruh hewan kurban tidak akan dibagikan di halaman masjid, melainkan langsung dikirim ke sejumlah lembaga penerima yang telah ditentukan.

“Jadi di sini kita tidak membagikan kepada masyarakat. Ya, ada bantuan langsung diberikan kepada pondok pesantren yang sudah kita data yang terbaik, dan di situlah mereka akan menyembelih binatang itu,” ujar Nasaruddin dalam keterangan di Jakarta, Selasa (26/5).

Mengapa Pola Distribusi Diubah?

Keputusan ini diambil setelah evaluasi terhadap pelaksanaan kurban tahun-tahun sebelumnya. Nasaruddin menuturkan, pembagian langsung di Masjid Istiqlal kerap memicu kericuhan dan risiko keselamatan jamaah.

“Dulu pernah seperti itu, tapi ternyata banyak masalah yang muncul. Dorong-dorongan, rebutan, dan segala macam. Akhirnya ada yang jatuh pingsan,” kata dia.

Dengan pola baru ini, panitia berharap penyaluran daging kurban bisa lebih tertib, aman, dan tepat sasaran. Sasaran penerima meliputi pondok pesantren, panti asuhan, perguruan tinggi Islam, serta lembaga binaan Istiqlal.

Fasilitas Penyembelihan Modern dan Ramah Lingkungan

Nasaruddin memastikan bahwa proses penyembelihan tetap dilakukan di Masjid Istiqlal dengan standar higienis tinggi. Masjid terbesar di Asia Tenggara ini telah memiliki fasilitas penyembelihan modern berkapasitas besar.

Dalam satu waktu, proses penyembelihan dapat dilakukan di beberapa titik secara bersamaan. Bahkan, kapasitasnya mencapai 200 ekor hewan kurban dalam sehari.

“Tidak ada satu tetes pun darah atau limbah yang masuk ke sungai. Semua sudah disiapkan dengan sistem pengelolaan yang baik,” ujar Nasaruddin.

Ia menegaskan seluruh limbah penyembelihan dikelola secara tertutup sehingga tidak mencemari lingkungan sekitar masjid. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari tema besar Idul Adha tahun ini, yakni “Spirit Kurban Merawat Alam dan Kemanusiaan”.

Daftar Penerima Prioritas

Panitia telah mendata sejumlah lembaga yang menjadi prioritas penerima daging kurban. Berikut kategori penerima yang disebutkan Nasaruddin:

  • Pondok pesantren yang telah melalui proses verifikasi
  • Panti asuhan di sekitar Jakarta
  • Perguruan tinggi Islam
  • Lembaga binaan Masjid Istiqlal

Dengan kebijakan ini, masyarakat umum tidak bisa lagi mengambil daging kurban langsung di lokasi masjid pada hari raya. Istiqlal meminta pengertian jamaah atas perubahan tata kelola yang dinilai lebih aman dan higienis ini.

Reporter: Fauzan Akbar
Sumber: krsumsel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top