PALEMBANG — Kawasan perumahan baru di Palembang terus bertambah, tetapi keluhan soal jaringan listrik masih muncul dari warga. Persoalan ini menjadi salah satu agenda utama saat Wali Kota Palembang Ratu Dewa menerima audiensi Manager PT PLN (Persero) UP3 Palembang Arif Azanny di Rumah Dinas Wali Kota, Senin (25/5/2026).
PLN mencatat Palembang saat ini memiliki sekitar 1,4 juta pelanggan, menjadikannya salah satu daerah dengan jumlah pelanggan terbesar di Sumatera. Namun, pertumbuhan hunian yang cepat membuat kebutuhan pemasangan jaringan baru terus meningkat, terutama di kawasan perumahan dan akses permukiman baru.
Manager PLN UP3 Palembang Arif Azanny menyebut masih banyak lokasi yang membutuhkan pemasangan jaringan baru. “Masih banyak tempat yang harus dipasang jaringan baru, misalnya kawasan perumahan. Termasuk juga pergeseran dan penanaman tiang baru,” ujarnya.
PLN juga meminta koordinasi lebih intensif dengan Pemkot Palembang. Menurut Arif, informasi soal rencana pembangunan jalan dan penataan kota sangat penting agar penanaman tiang listrik tidak berbenturan dengan proyek lain. “Kami mohon informasi, sehingga saat penanaman tiang tidak berbenturan dengan rencana pembangunan di Kota Palembang,” katanya.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan perkembangan kota mulai merambah ke wilayah-wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau. Kawasan yang dulu belum memiliki akses jalan memadai kini berubah menjadi pusat permukiman dan aktivitas masyarakat.
“Dulu ada lokasi yang belum bisa dilalui, sekarang sudah ada akses jalan dan permukiman baru,” ujar Ratu Dewa. Menurutnya, kondisi ini menjadi tantangan baru yang harus diantisipasi bersama, termasuk soal pemerataan layanan listrik.
Pemerintah Kota Palembang berkomitmen memperkuat koordinasi dengan PLN guna memastikan kelancaran pembangunan infrastruktur listrik di seluruh wilayah. Ratu Dewa menegaskan persoalan jaringan dan kebutuhan listrik masyarakat di kawasan baru harus bisa lebih cepat ditangani.
Fenomena pertumbuhan kota yang lebih cepat dibanding pembangunan infrastruktur pendukung kini menjadi perhatian serius di Palembang. Tanpa koordinasi yang baik, keluhan warga soal listrik di perumahan baru berpotensi terus berulang.