Rafflesia Arnoldii Mekar Sempurna di Perkebunan Warga Rejang Lebong, Lima Kelopak Terhampar di Tengah Habitat Alami

Penulis: Amril Fauzan  •  Minggu, 24 Mei 2026 | 20:24:01 WIB
Bunga Rafflesia arnoldii mekar sempurna dengan lima kelopak di perkebunan warga Rejang Lebong.

Abilio (30), warga setempat, pertama kali menemukan bunga ini di lahan perkebunan yang berbatasan langsung dengan Desa Kayu Manis. Pemerhati bunga Rafflesia, Saikul Latief, mengonfirmasi kondisi bunga tersebut saat dihubungi di Rejang Lebong, Minggu (24/5). Menurutnya, pada Jumat lalu bunga tengah mekar sempurna.

“Kondisi pada hari Jumat kemarin sedang mekar sempurna dengan warna sungguh luar biasa, dengan lima kelopak. Di dekat itu juga terdapat beberapa knop atau bakal bunga Rafflesia lainnya, serta habitat Amorphophallus atau yang biasa disebut bunga bangkai atau kibut,” jelas Saikul.

Lokasi Penemuan Ramai Dikunjungi Warga

Sejak ditemukan, lokasi penemuan langsung ramai didatangi warga. Banyak yang penasaran ingin melihat langsung puspa langka yang hanya tumbuh di ekosistem tertentu, lalu mengabadikannya di media sosial.

“Kemarin saya sudah ke sana melihatnya. Bunga Rafflesia arnoldii ini mekar di areal perkebunan warga Desa Cawang Lama yang posisinya berbatasan dengan Desa Kayu Manis,” tambahnya.

Bukan Kemunculan Pertama di Rejang Lebong

Saikul menambahkan, bunga Rafflesia arnoldii sebelumnya juga dilaporkan mekar di Desa Selamat Sudiarjo, Kecamatan Bermani Ulu, Kabupaten Rejang Lebong, pada 22 November dan 16 Desember 2025 lalu. Kawasan itu dikenal sebagai habitat alami puspa langka ini.

Di Desa Selamat Sudiarjo, setidaknya ada tujuh titik lokasi yang menjadi tempat tumbuh bunga Rafflesia, baik yang berkelopak lima maupun tujuh.

Peneliti Oxford University Sempat Berkunjung

Keberadaan habitat Rafflesia di Desa Selamat Sudiarjo telah menarik perhatian mancanegara. Salah satu yang pernah datang adalah kelompok peneliti dari Oxford University, Inggris.

“Keberadaan bunga ini telah mengundang perhatian besar dari masyarakat untuk datang melihatnya secara langsung, mengingat tanaman ini hanya dapat tumbuh di ekosistem dan tempat-tempat tertentu saja,” pungkas Saikul.

Reporter: Amril Fauzan
Sumber: krsumsel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top