Operasi SAR Berakhir, Dua Siswi SD yang Hanyut di Musi Ditemukan

Penulis: Syahril Hamid  •  Minggu, 10 Mei 2026 | 13:48:09 WIB
Tim SAR mengevakuasi jasad Elsa yang ditemukan di Sungai Musi, Empat Lawang.

EMPAT LAWANG — Tim SAR Gabungan menuntaskan misi pencarian dua anak yang hilang terseret arus Sungai Musi, Desa Karang Gede, Kecamatan Sikap Dalam. Korban terakhir, Elsa (12), siswi SD Negeri 01 Sikap Dalam, ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 08.50 WIB.

Warga yang tengah beraktivitas di tepi sungai Desa Rantau Dodor, Kecamatan Pendopo Barat, melihat jasad Elsa mengapung. Titik penemuan ini terpaut sekitar 9 kilometer dari lokasi awal kejadian. Tim di lapangan segera mengevakuasi korban dan mengantarkannya ke rumah duka.

Jasad Bulan Terseret Hingga 50 Kilometer

Dua hari sebelumnya, tim pencari lebih dahulu menemukan jasad Bulan (12) pada Kamis (7/5/2026) sore pukul 16.30 WIB. Lokasi penemuan Bulan berada di Desa Gelanggang, Kecamatan Talang Padang. Arus sungai yang deras menyeret tubuh bocah tersebut hingga radius 50 kilometer dari titik awal.

Kekuatan arus Sungai Musi diduga menjadi faktor utama kedua korban hanyut hingga puluhan kilometer. Penemuan ini sekaligus mengakhiri masa penantian pilu pihak keluarga sejak peristiwa nahas tersebut terjadi pada pertengahan pekan lalu.

Tragedi Sepulang Sekolah: Sempat Berpelukan

Tragedi bermula pada Rabu (6/5/2026) siang sekitar pukul 12.30 WIB saat enam anak mandi di sungai selepas sekolah. Suasana ceria mendadak mencekam ketika arus sungai tiba-tiba menerjang mereka. Tiga rekan korban berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke tepian.

Saksi mata menyebutkan Elsa dan Bulan sempat terlihat hanyut sambil berpelukan sebelum akhirnya hilang ditelan arus. Keduanya diduga tidak memiliki kemampuan berenang sehingga gagal melawan derasnya air. Rekan korban sempat berupaya mencari secara spontan, namun arus terlalu kuat.

SAR Palembang: Perketat Pengawasan Anak

Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin, mengonfirmasi seluruh rangkaian operasi pencarian resmi dihentikan pada Minggu (10/5/2026). Ia mengapresiasi sinergi antara TNI, Polri, dan masyarakat selama proses evakuasi. Seluruh korban kini telah ditemukan dan dievakuasi.

“Pencarian hari keempat membuahkan hasil. Kami berterima kasih kepada seluruh tim SAR gabungan dan masyarakat yang terlibat sejak awal,” ujar Raymond.

Raymond pun mengingatkan warga di sepanjang bantaran sungai untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak-anak. Menurutnya, kewaspadaan orang tua adalah kunci utama mencegah tragedi serupa terulang. Keselamatan harus menjadi prioritas mutlak saat berada di area perairan.

Reporter: Syahril Hamid
Sumber: suarapublik.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top