PAGAR ALAM — Suasana khidmat menyelimuti kawasan Masjid Al-Akbar Gunung Gare saat pelepasan ratusan jamaah calon haji (CJH) asal Kota Pagar Alam. Keberangkatan tahun ini menjadi momen spesial bagi warga setempat lantaran orang nomor satu di Pagar Alam, Ludi Oliansyah, turut serta dalam rombongan tersebut untuk menunaikan rukun Islam kelima.
Ludi berangkat didampingi Ketua TP PKK Kota Pagar Alam, Hera Parianti Ludi. Kehadiran Walikota di tengah-tengah jamaah memberikan warna tersendiri pada prosesi pelepasan yang dihadiri oleh ribuan keluarga yang memadati area masjid sejak sore hari.
Sebelum menaiki bus, Walikota Ludi Oliansyah sempat memberikan pesan singkat kepada seluruh jamaah. Ia menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik mengingat rangkaian ibadah haji memerlukan stamina yang prima, terutama dalam menghadapi perbedaan cuaca di Arab Saudi.
“Jaga amanah ini. Doakan Pagar Alam agar diberi keselamatan dan keberkahan,” kata Ludi di hadapan para jamaah dan tamu undangan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Pemerintah Kota Pagar Alam yang telah memfasilitasi seluruh rangkaian persiapan hingga pemberangkatan menuju embarkasi. Ludi berharap seluruh jamaah dapat menjaga kekompakan dan komunikasi yang baik selama berada di tanah suci.
Wakil Walikota Pagar Alam, Hj. Bertha, yang secara resmi melepas rombongan, memberikan wejangan mendalam mengenai hakikat ibadah haji. Menurutnya, perjalanan ke Mekkah bukan sekadar perjalanan fisik atau ritual rutin tahunan, melainkan sebuah transformasi batin.
“Haji itu ibadah totalitas. Bukan hanya tawaf dan sa’i, tapi juga latihan meninggalkan kebiasaan buruk. Ini kontrak spiritual kita dengan Allah untuk pulang menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Bertha dalam sambutannya.
Bertha mengingatkan para jamaah bahwa kesempatan berangkat haji adalah anugerah yang harus disyukuri dengan cara menjalankan seluruh rukun dan wajib haji secara sempurna. Ia berharap seluruh warga Pagar Alam yang berangkat tahun ini mendapatkan predikat haji mabrur.
Berdasarkan data panitia penyelenggara, total terdapat 208 jamaah yang diberangkatkan pada gelombang ini. Seluruh jamaah diangkut menggunakan tujuh unit bus menuju Palembang. Setibanya di embarkasi, mereka akan menjalani pemeriksaan akhir dokumen dan kesehatan sebelum terbang ke Jeddah.
Pelepasan ini juga dihadiri oleh Sekda Zaily Oktosab Fitri Abidin, jajaran Forkopimda, kepala OPD, serta para camat dan lurah se-Kota Pagar Alam. Kehadiran para pejabat daerah ini menjadi bentuk dukungan moral bagi para jamaah yang akan meninggalkan tanah air selama kurang lebih 40 hari.
Setelah prosesi doa bersama, rombongan bus mulai bergerak meninggalkan Masjid Al-Akbar diiringi lambaian tangan dan tangis haru dari sanak keluarga yang melepas di sepanjang jalan Gunung Gare.