Wabup Muba Wisuda 67 Santri Ponpes Sirojul Ulum di Sungai Lilin

Penulis: Amril Fauzan  •  Senin, 04 Mei 2026 | 18:30:01 WIB

MUBA — Wakil Bupati Musi Banyuasin Kyai Abdur Rohman Husen menghadiri prosesi wisuda 67 santri pada peringatan Haul dan HUT ke-23 Pondok Pesantren Al-Qur’an Sirojul Ulum, Desa Pinang Banjar, Minggu (3/5/2026). Kehadiran orang nomor dua di Bumi Serasan Sekate ini menegaskan dukungan pemerintah terhadap sektor pendidikan keagamaan.

Agenda yang berlangsung di Kecamatan Sungai Lilin tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Muba Supriasihatin, Staf Ahli PKK Muba Liliyani Abdur Rohman, serta Camat Sungai Lilin Drs Yuliarto MSi. Sejumlah tokoh agama dan wali santri tampak memadati lokasi untuk menyaksikan capaian para santri dalam menghafal kitab suci.

Dalam sambutannya, Kyai Abdur Rohman Husen menekankan bahwa khataman Al-Qur’an bukan sekadar seremonial tahunan. Ia menilai kegiatan ini sebagai refleksi spiritual sekaligus bentuk nyata kecintaan generasi muda terhadap pedoman hidup umat Islam.

Perayaan Milad ke-23 dan Wisuda Puluhan Santri

Sebanyak 67 santri mengikuti prosesi wisuda setelah dinyatakan lulus dalam ujian membaca dan menghafal Al-Qur’an. Capaian ini menjadi kado istimewa bagi Pondok Pesantren Sirojul Ulum yang kini genap berusia 23 tahun dalam pengabdiannya di dunia pendidikan.

"Peringatan haul mengingatkan kita pada jasa para pendiri dan ulama yang telah meletakkan dasar pendidikan serta dakwah di pondok pesantren ini. Sementara peringatan ulang tahun menjadi ruang refleksi atas perjalanan panjang dalam mencetak generasi berilmu dan berakhlak," ujar Kyai Abdur Rohman Husen.

Wabup berharap lembaga pendidikan ini terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pengajaran. Ia menginginkan santri yang lulus memiliki kedalaman ilmu sekaligus integritas moral yang tinggi untuk terjun ke masyarakat.

Menjaga Moral Generasi Muda di Era Teknologi

Di hadapan para wali santri, Abdur Rohman menyoroti tantangan berat pendidikan di tengah arus digitalisasi. Menurutnya, konsistensi pesantren dalam mengajarkan nilai-nilai Al-Qur’an menjadi benteng pertahanan utama bagi karakter anak muda saat ini.

Peran pesantren dianggap krusial dalam menyaring pengaruh negatif perkembangan teknologi. Pemerintah Kabupaten Muba mengapresiasi pondok pesantren yang tetap teguh menjaga tradisi keilmuan Islam tanpa menutup diri dari kemajuan zaman.

"Jadilah generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam iman dan akhlak," pesan Wabup kepada para wisudawan.

Komitmen Pemerintah Daerah Terhadap Sektor Keagamaan

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Qur’an Sirojul Ulum, KH Mufron Al-Mujtaba Al-Hafizh, menyambut hangat perhatian pemerintah daerah. Baginya, kehadiran jajaran pejabat Muba memberikan motivasi tambahan bagi pengelola pesantren dan para santri.

"Wisuda ini bukan tanda selesai, tetapi bagian dari tahapan ujian. Ke depan, tantangan akan semakin besar, sehingga semangat belajar harus terus dijaga," kata KH Mufron Al-Mujtaba Al-Hafizh.

Ia mengingatkan para santri agar tidak cepat berpuas diri dengan gelar wisuda yang diraih. Proses belajar Al-Qur’an merupakan perjalanan seumur hidup yang harus terus diamalkan dalam perilaku sehari-hari.

Rangkaian acara ditutup dengan ceramah agama dan doa bersama yang dipimpin oleh KH A. Rusydi Ubaidillah Abror dari Pondok Pesantren Al-Hidayat, Pesawaran. Kegiatan ini diharapkan mempererat silaturahmi antara ulama, umaro, dan masyarakat di wilayah Musi Banyuasin.

Reporter: Amril Fauzan
Back to top