Laporan Keuangan Coinbase dan Data Payroll AS Bakal Guncang Pasar Kripto Pekan Ini

Penulis: Mukhlis Anwar  •  Senin, 04 Mei 2026 | 17:39:01 WIB

Pasar kripto bersiap menghadapi volatilitas tinggi seiring rilis data ketenagakerjaan AS dan laporan keuangan kuartal pertama dari Coinbase serta MicroStrategy mulai 4 Mei 2025. Pergerakan harga Bitcoin diprediksi akan sangat bergantung pada sinyal suku bunga Federal Reserve dan kesehatan finansial perusahaan penambang kripto global yang baru saja melakukan aksi jual besar-besaran.

Pekan yang dimulai pada 4 Mei 2025 akan menjadi periode krusial bagi ekosistem aset digital global. Investor kini bersiap menghadapi tiga ujian besar yang datang bersamaan: rilis data tenaga kerja Amerika Serikat, laporan pendapatan (earnings call) perusahaan kripto publik, serta dinamika internal di tubuh Federal Reserve (The Fed). Situasi ini menciptakan lanskap pasar yang terlihat stabil di permukaan, namun menyimpan potensi ledakan volatilitas jika terjadi kejutan pada data makro.

Fokus utama pasar tertuju pada rilis data April payrolls. Ini merupakan laporan pertama setelah sempat tertunda akibat penutupan pemerintahan federal (federal shutdown) 2025. Angka ketenagakerjaan yang lebih rendah dari ekspektasi akan memberi ruang bagi The Fed untuk mempercepat pemangkasan suku bunga, sebuah skenario yang biasanya menguntungkan aset berisiko seperti Bitcoin. Sebaliknya, data yang terlalu kuat dapat menunda pelonggaran kebijakan moneter lebih lama lagi.

Laporan Keuangan Emiten Kripto dan Strategi Treasury

Pekan ini juga menjadi momen pembuktian bagi perusahaan-perusahaan yang mengadopsi strategi Bitcoin Treasury. MicroStrategy (MSTR) dan Coinbase (COIN) dijadwalkan merilis kinerja keuangan kuartal pertama mereka. Investor akan mencermati apakah perusahaan-perusahaan ini terus menambah kepemilikan Bitcoin atau justru mulai melakukan diversifikasi di tengah fluktuasi harga.

Data terbaru menunjukkan beberapa pemain besar mulai melakukan aksi realisasi keuntungan (profit taking). Berikut adalah catatan aktivitas beberapa emiten penambang kripto pada kuartal sebelumnya:

  • Riot Platforms: Menjual 3.778 BTC dengan harga rata-rata US$ 76.626 (sekitar Rp 1,22 miliar).
  • MARA Holdings: Melakukan penjualan masif sebanyak 15.133 BTC.
  • MicroStrategy: Estimasi pendapatan per saham (EPS) berada di angka -US$ 12,95.
  • Coinbase Global: Estimasi EPS positif sebesar US$ 0,26, mencerminkan pemulihan volume perdagangan.

Kalender Ekonomi Makro dan Pidato Pejabat The Fed

Ketidakpastian semakin meningkat seiring dengan kabar pengunduran diri Jerome Powell dari kursi ketua The Fed akibat tekanan politik, meski ia tetap berada di dalam dewan gubernur. Pidato Presiden Fed San Francisco Mary Daly dan Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee pada Jumat mendatang akan menjadi sinyal penting mengenai independensi bank sentral di tengah transisi kepemimpinan ini.

Beberapa jadwal rilis data ekonomi penting yang wajib dipantau investor (dalam zona waktu ET):

  • 5 Mei: Lowongan Kerja JOLTs AS (Maret) & ISM Services PMI (April).
  • 7 Mei: Klaim Pengangguran Awal AS & Laporan Neraca Keuangan The Fed.
  • 8 Mei: Data Non-Farm Payrolls (NFP) April (Estimasi 73K) & Tingkat Pengangguran AS (Estimasi 4,3%).
  • 8 Mei: Sentimen Konsumen Michigan (Mei).

Agenda Token: Delisting DAI dan Unlock Jutaan Dolar

Di level teknis dan protokol, beberapa peristiwa penting akan mempengaruhi likuiditas pasar. Coinbase secara resmi akan menghapus (delisting) stablecoin DAI pada 4 Mei dan mengonversi saldo yang tersisa ke USDS. Selain itu, protokol ZKsync Lite akan dihentikan sepenuhnya (deprecated) pada tanggal yang sama.

Pasar juga perlu mengantisipasi tekanan jual dari jadwal token unlock. Ethena (ENA) dijadwalkan melepas 2,12% dari total pasokan beredar senilai US$ 17,34 juta (sekitar Rp 277 miliar) pada 5 Mei. Sementara itu, Hyperliquid (HYPE) akan membuka kunci token senilai US$ 17,5 juta pada 6 Mei. Di sisi lain, BNB akan melakukan pembakaran (burn) kuartalan ke-35 yang biasanya memberikan sentimen positif pada harga.

Apa Artinya bagi Investor Kripto di Indonesia?

Bagi trader dan investor di Indonesia, rangkaian peristiwa ini kemungkinan besar akan memicu fluktuasi harga Bitcoin di bursa lokal seperti Indodax, Pintu, atau Tokocrypto pada jam-jam krusial, terutama saat data NFP AS dirilis pada Jumat malam WIB. Selisih harga (spread) bisa melebar jika volatilitas meningkat tajam secara mendadak.

Jennifer Hanny, partner di Echo Base, mengingatkan bahwa volatilitas saat ini masih relatif rendah, yang justru menciptakan pengaturan asimetris. Artinya, pasar yang terlihat tenang bisa bereaksi sangat cepat terhadap katalis apa pun yang memaksa penilaian ulang terhadap risiko. Investor lokal disarankan untuk memantau pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, karena kebijakan The Fed akan berdampak langsung pada daya beli aset digital dalam denominasi lokal.

Pekan depan juga akan diramaikan oleh konferensi industri besar seperti Consensus di Miami. Hasil dari diskusi di panggung utama biasanya membawa sentimen baru terhadap adopsi institusional yang dapat mempengaruhi tren pasar dalam jangka menengah.

Reporter: Mukhlis Anwar
Back to top