PALEMBANG — Pengurus Wilayah (PW) Persaudaraan Muslimah (Salimah) Sumatera Selatan resmi menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2026 yang dirangkaikan dengan Pelatihan Kepemimpinan Pengurus Salimah (PKPS) 2. Agenda yang dipusatkan di Kota Palembang pada Minggu (3/5/2026) ini menjadi pijakan organisasi dalam memperkokoh struktur internal di tingkat wilayah.
Ketua DPW Salimah Sumsel, Dr. Hj. Enny Hidajati, menyatakan bahwa momentum ini sangat krusial untuk menyatukan gerak langkah seluruh pengurus. Menurutnya, soliditas organisasi menjadi syarat mutlak agar amanah kepengurusan dapat dijalankan secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
“Melalui kegiatan ini kita ingin memperkuat struktur, meningkatkan kapasitas kepemimpinan, dan menyelaraskan program kerja agar Salimah semakin dirasakan manfaatnya oleh perempuan, anak, dan keluarga di Sumatera Selatan,” ujar Enny Hidajati di sela-sela kegiatan.
Salimah membawa visi besar sebagai organisasi kemasyarakatan perempuan pelopor yang berkontribusi aktif pada peningkatan kualitas hidup keluarga Indonesia. Enny menjelaskan bahwa penguatan internal merupakan fondasi utama agar visi tersebut tidak sekadar menjadi wacana, melainkan terealisasi melalui program-program yang menyentuh akar rumput.
Selama dua hari pelaksanaan, para peserta dibekali dengan berbagai materi intensif yang mencakup manajemen organisasi dan pelatihan kepemimpinan. Forum ini juga menjadi ruang diskusi strategis untuk menyamakan persepsi terkait pengembangan dakwah, pendidikan, hingga sektor ekonomi kreatif yang dikelola organisasi.
Selain itu, perluasan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan di Sumatera Selatan menjadi salah satu poin bahasan utama. Hal ini dilakukan untuk memastikan program Salimah sejalan dengan arah pembangunan daerah, khususnya dalam isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Ketua II Pimpinan Pusat (PP) Salimah, Unggul Hidajati, yang hadir memberikan arahan menekankan pentingnya kualitas pelayanan organisasi di tingkat daerah. Ia mengingatkan bahwa pengurus harus mampu memperluas basis manfaat agar kehadiran Salimah benar-benar menjadi solusi atas persoalan umat.
“Kepemimpinan yang solid dan terstruktur akan menjadi kekuatan besar dalam menjadikan Salimah sebagai ormas perempuan pelopor yang adaptif terhadap kebutuhan umat,” tegas Unggul Hidajati.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Departemen Dakwah PP Salimah, Fidiyarini, M.Si., menggarisbawahi sisi implementasi program. Ia mengingatkan bahwa dakwah yang dilakukan Salimah harus bersifat aplikatif dan berkelanjutan agar mampu menyentuh kebutuhan mendasar keluarga Indonesia.
“Dakwah Salimah harus terus hadir menyentuh kebutuhan perempuan, anak, dan keluarga melalui program-program yang aplikatif, edukatif, dan berkelanjutan,” kata Fidiyarini.
Melalui Rakornas 2026 dan PKPS 2 ini, PW Salimah Sumsel menargetkan terciptanya jajaran pengurus yang lebih kompak dan profesional. Peningkatan kapasitas ini diharapkan merata, baik di tingkat wilayah provinsi maupun pengurus di tingkat kabupaten dan kota di seluruh Sumatera Selatan.
Output dari pelatihan kepemimpinan ini diproyeksikan mampu melahirkan inovasi program yang lebih segar namun tetap berpijak pada nilai-nilai organisasi. Dengan penguatan manajemen ini, Salimah Sumsel optimistis dapat menghadirkan kontribusi yang lebih signifikan dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.