Gubernur Herman Deru Beberkan Strategi Sumsel Tekan Stunting dan Perkuat Pangan

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 01 Mei 2026 | 12:29:53 WIB
Gubernur Herman Deru memaparkan strategi penurunan angka stunting di Sumatera Selatan.

PALEMBANG - Gubernur Sumatra Selatan, Herman Deru, memaparkan visi besar dan capaian program prioritas daerah dalam sesi wawancara di Griya Agung, Kota Palembang. Transformasi pembangunan Sumatra Selatan saat ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni pembangunan infrastruktur, penguatan ketahanan pangan, serta pengembangan sumber daya manusia yang kompetitif.

Aktivasi Posyandu dan Penurunan Signifikan Angka Stunting

Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan adalah penguatan layanan kesehatan masyarakat. Hal ini diwujudkan melalui aktivasi pos pelayanan terpadu (posyandu) di seluruh wilayah kabupaten dan kota. Gubernur menekankan bahwa pemantauan gizi sejak dini merupakan kunci dalam mencetak generasi masa depan yang berkualitas.

Dalam pelaksanaannya, akurasi data menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Herman Deru menjelaskan bahwa penggunaan teknologi tepat guna, seperti timbangan digital, sangat memengaruhi ketepatan intervensi gizi bagi balita. Dengan data yang presisi, pemerintah dapat memetakan wilayah mana saja yang membutuhkan penanganan khusus secara lebih cepat.

“Akurasi berat badan bayi menjadi indikator utama dalam menentukan status gizi. Dengan penggunaan timbangan digital, data yang diperoleh lebih presisi sehingga intervensi gizi dapat dilakukan secara tepat,” ujar Herman Deru menjelaskan teknis pemantauan di lapangan.

Upaya masif tersebut membuahkan hasil yang cukup signifikan bagi kesehatan masyarakat di Bumi Sriwijaya. Berdasarkan data yang dipaparkan, angka stunting di Sumatra Selatan tercatat mengalami penurunan drastis. Dari angka 24,8 persen pada tahun 2021, prevalensi stunting berhasil ditekan hingga mencapai angka 15,9 persen pada tahun 2024.

Transformasi Pertanian dan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan

Di sektor ekonomi dan ketahanan pangan, Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan terus menggencarkan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP). Program ini dirancang untuk mengubah pola pikir masyarakat agar tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pasar untuk kebutuhan pokok, melainkan mampu memproduksi sendiri melalui pemanfaatan lahan pekarangan rumah.

GSMP dinilai efektif dalam mengubah perilaku konsumtif menjadi produktif. Dengan menanam kebutuhan dapur secara mandiri, masyarakat diharapkan dapat menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat terkecil. Program ini menjadi fondasi bagi Sumatra Selatan dalam menghadapi tantangan ekonomi global ke depan.

Keberhasilan di sektor pangan juga terlihat dari peningkatan produktivitas pertanian secara nasional. Sumatra Selatan mencatatkan prestasi gemilang dengan terus memperbaiki peringkat produksi padi nasional. Dari sebelumnya yang hanya berada di posisi delapan besar, Sumatra Selatan merangkak naik ke peringkat lima, hingga saat ini berhasil menembus posisi tiga besar nasional.

“Peremajaan lahan sawah dan optimalisasi irigasi terus dilakukan untuk memperkuat peran Sumatra Selatan sebagai salah satu lumbung pangan nasional,” kata Herman Deru. Ia menambahkan bahwa perbaikan infrastruktur pertanian menjadi prioritas agar hasil panen petani tetap optimal sepanjang tahun.

Pengembangan SDM dan Literasi Digital Generasi Muda

Menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045, pembangunan tidak hanya terpaku pada fisik dan infrastruktur, tetapi juga pada kualitas individu. Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan memprioritaskan pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang kompetitif, terutama bagi generasi muda yang akan menjadi motor penggerak pembangunan di masa depan.

Peningkatan keterampilan dan literasi digital menjadi poin krusial dalam strategi ini. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, pemuda di Sumatra Selatan didorong untuk menguasai kecakapan digital agar mampu bersaing di pasar kerja maupun dunia usaha. Literasi digital dianggap sebagai modal utama untuk mempercepat akses informasi dan inovasi di berbagai sektor.

Menutup pemaparannya, Herman Deru menegaskan bahwa seluruh program pembangunan yang dijalankan bermuara pada satu tujuan, yakni kesejahteraan dan kebahagiaan warga. Ia berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat terus terjaga demi menciptakan lingkungan sosial yang harmonis dan pelayanan publik yang prima.

“Saya ingin masyarakat Sumsel hidup bahagia, kebutuhan tercukupi, pelayanan publik berjalan baik, dan kehidupan sosial tetap harmonis,” pungkasnya. Dengan berbagai strategi yang telah berjalan, Sumatra Selatan optimis dapat terus meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya sekaligus memperkokoh posisi daerah dalam kancah pembangunan nasional.

Reporter: Redaksi
Back to top