SUMATERA SELATAN — Alex Marquez menempati posisi kedua sprint race MotoGP Australia dengan selisih 0,323 detik dari sang kakak, Marc Marquez, di Sirkuit Phillip Island. Rider Gresini Racing itu mengaku sempat punya peluang menyalip, tetapi memilih tidak mengambil risiko besar di akhir balapan.
Marc Marquez keluar sebagai pemenang sprint race MotoGP Australia 2026 dengan catatan waktu 19 menit 9,411 detik. Alex Marquez menyusul di belakangnya, sementara podium kedua yang diraih rider berjuluk Baby Alien itu turut terbantu crash yang dialami Jorge Martin pada lap kedelapan.
Alex Marquez mengakui dirinya sebenarnya bisa memacu motor lebih kencang untuk mendahului Marc. Namun rider yang didukung Bold Riders itu menilai kondisi ban dan stamina sudah tidak mendukung untuk mengambil risiko tersebut.
"Ketika melihat Jorge terjatuh, stamina dan kondisi bannya memang sudah habis. Apakah saya punya kesempatan menyerang Marc? Ya, tetapi itu sangat berisiko. Bagaimanapun, kami adalah rekan satu tim dan dia sedang berjuang berebut gelar Juara Dunia," kata Alex Marquez, dikutip dari Marca.
Alex Marquez mengungkap dirinya sempat ragu soal pilihan ban sejak awal balapan. Pada sesi sebelumnya ia bekerja dengan ban belakang tipe medium, sehingga keputusan memakai ban soft tidak sepenuhnya meyakinkan.
"Kami turun ke lintasan dengan sedikit meraba-raba, karena kemarin saya bekerja dengan ban belakang tipe medium. Walaupun tahu ban soft akan lebih baik, saya tidak sepenuhnya yakin. Setelah beberapa kali duel, saya cukup banyak menguras kondisi ban dan agak keteteran di akhir balapan," ujarnya.
Ancaman hujan yang diprediksi turun deras di Phillip Island menjadi pertimbangan tersendiri bagi Alex Marquez. Baginya, finis di posisi kedua sudah menjadi hasil yang penting ketimbang memaksakan manuver berisiko.
"Jika hujan turun sederas yang diprediksikan, hal terpenting adalah menyentuh garis finis," kata Alex Marquez menambahkan.
Hasil sprint race ini membuat Marc Marquez kian kokoh dalam perburuan gelar Juara Dunia. Sementara Alex Marquez membuktikan dirinya tetap kompetitif di barisan depan, meski harus mengakui keunggulan sang kakak di Sirkuit Phillip Island.