PALEMBANG — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang mencatat tren penurunan jumlah wisatawan mancanegara yang memakai layanan kereta api di wilayah operasionalnya. Data KAI Divre III Palembang menunjukkan angka pada Januari–September 2026 menjadi yang terendah dalam tiga tahun terakhir.
Pada periode yang sama 2025, jumlah wisman pengguna kereta api tercatat 1.377 orang. Sementara pada 2024 mencapai 1.560 orang.
Dari sejumlah stasiun di wilayah operasional KAI Divre III Palembang, Stasiun Kertapati mencatat jumlah wisman terbanyak. Sepanjang Januari–September 2026, sebanyak 618 wisatawan mancanegara menggunakan layanan kereta api melalui stasiun tersebut.
Jumlah itu setara sekitar 53,3 persen dari total wisman pengguna kereta api di wilayah operasional KAI Divre III Palembang. Stasiun Lubuk Linggau menyusul dengan 239 wisman, lalu Stasiun Lahat 111 orang, Stasiun Prabumulih 79 orang, dan Stasiun Muara Enim 73 orang.
Lubuk Linggau menawarkan sejumlah destinasi, seperti Air Terjun Temam, Bendungan Watervang, dan Museum Perjuangan Subkoss Garuda Sriwijaya. Stasiun Lahat menjadi salah satu akses menuju destinasi wisata alam, termasuk kawasan Pagar Alam, Bukit Serelo, dan Air Terjun Curup Maung.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menyebut kereta api berperan mendukung mobilitas wisatawan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di daerah tujuan.
"Kereta api tidak hanya menjadi sarana transportasi untuk berpindah dari satu kota ke kota lainnya, tetapi juga menjadi penghubung wisatawan dengan beragam potensi destinasi di Sumbagsel," ujar Aida.
Kedatangan wisatawan mancanegara berpotensi memberi dampak ekonomi melalui belanja wisata, penggunaan akomodasi, kuliner, hingga pembelian produk unggulan daerah. Aida menyebut mobilitas itu membuka peluang usaha bagi warga, mulai dari penginapan, kuliner, UMKM, kerajinan, hingga penyedia transportasi lanjutan.
"Ketika wisatawan menjangkau lebih banyak daerah, peluang ekonomi juga terbuka lebih luas bagi masyarakat. Karena itu, konektivitas transportasi yang baik menjadi bagian penting dalam mendukung pemerataan manfaat pariwisata dan memperkuat daya tarik destinasi di Sumbagsel," jelasnya.
Data Badan Pusat Statistik Sumatera Selatan yang dirilis hingga Agustus 2026 mencatat kunjungan wisatawan mancanegara ke provinsi tersebut mencapai 7.219 kunjungan. Angka itu menunjukkan kereta api hanya menjadi salah satu pintu masuk, bukan satu-satunya moda yang dipakai wisman.
KAI Divre III Palembang menyatakan terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat digitalisasi perjalanan, serta mendukung integrasi antarmoda. Kereta api juga dinilai berpotensi mendukung pariwisata berkelanjutan karena menghasilkan emisi per penumpang lebih rendah dibanding kendaraan pribadi, terutama saat tingkat keterisian penumpang optimal.
"Melalui layanan yang andal dan berorientasi pada pelanggan, KAI berkomitmen mendukung konektivitas antarkota, memperluas akses menuju destinasi wisata, serta mendorong pertumbuhan pariwisata yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," tutup Aida.