PALEMBANG — Pemantauan IQAir pada pukul 06.00 WIB mencatat empat titik di Palembang berada di level berbahaya. Selain Musi 2 di angka 602, kawasan Bukit tercatat 545, Sukarami 511, dan Demang Lebar Daun 469.
Angka itu naik dibandingkan pemantauan dini hari pada pukul 03.00 WIB. Saat itu Sukarami berada di 617, Bukit 557, Demang Lebar Daun 471, dan Musi 2 masih 439.
Kabut asap yang bertahan berjam-jam memperbesar risiko paparan polutan bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan.
Pencemaran pada level ini didominasi partikel halus PM2.5 yang bisa masuk jauh ke saluran pernapasan. Kelompok rentan disebut paling berisiko mengalami dampak kesehatan.
Bayi, anak-anak, lansia, dan orang dengan gangguan pernapasan perlu mendapat perhatian lebih selama kualitas udara belum membaik.
Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara masih buruk. Jika harus keluar, gunakan respirator seperti masker N95 atau KN95 yang terpasang dengan baik untuk menyaring partikel halus.
Warga juga disarankan menutup pintu dan jendela saat udara di luar tercemar. Penggunaan penyaring udara dalam ruangan dianjurkan jika tersedia.
Orang tua perlu mengawasi kondisi kesehatan bayi dan anak-anak selama kabut asap berlangsung. Sesak napas, napas cepat, kesulitan menyusu, atau bibir tampak kebiruan menjadi tanda yang tidak boleh diabaikan.
Jika muncul gejala tersebut, segera bawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat pertolongan medis.
Pemantauan kualitas udara secara berkala dinilai penting untuk mengurangi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat Palembang. Upaya pengendalian sumber pencemaran juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penanganan kondisi ini.
Warga diharapkan mengikuti informasi resmi dari instansi terkait dan menerapkan langkah perlindungan sesuai kondisi kualitas udara terkini.