SUMATERA SELATAN — Amazon resmi meluncurkan tiga tablet Alexa terbaru yang meninggalkan sistem operasi proprietary dan beralih ke Android dengan akses penuh ke Google Play Store. Lini ini terdiri dari model 8,7 inci seharga 229 dolar AS, model 11 inci 329 dolar AS, dan model Pro 12 inci 499 dolar AS. Perubahan strategi ini menempatkan Amazon sebagai pesaing serius di segmen tablet kelas menengah yang selama ini didominasi iPad.
Langkah Amazon mengadopsi Android menandai pergeseran besar dari strategi sebelumnya yang mengunci pengguna pada ekosistem Fire OS dengan App Store buatan sendiri. Kini, pengguna bisa mengakses aplikasi Android standar tanpa perlu sideload atau kompromi fitur.
Desain perangkat juga mendapat perombakan signifikan. Fire tablet generasi lama dikenal dengan kesan plastik murah, sementara lini Alexa Tablet baru tampil lebih premium dengan bodi tipis dan layar yang lebih tajam.
Model 11 inci menjadi varian paling menarik perhatian. Tablet ini membawa RAM 8GB, layar 90Hz, desain tipis, dan panel tajam. Spesifikasi tersebut melampaui iPad generasi dasar yang dijual 120 dolar AS lebih mahal dengan RAM lebih kecil dan bodi lebih tebal.
iPad memang unggul dari sisi chip A16 yang kemungkinan besar lebih cepat dibanding MediaTek yang menggerakkan Alexa Tablet. iPad juga menawarkan penyimpanan awal 128GB, sementara Alexa Tablet mulai dari 64GB. Setelah pengguna meningkatkan Alexa Tablet ke 128GB, selisih harga keduanya menyusut menjadi sekitar 70 dolar AS.
Model Pro 12 inci dijual 499 dolar AS dan dinilai sebagai produk yang layak dipertimbangkan di kelasnya. Varian 8,7 inci diposisikan sebagai opsi paling terjangkau untuk kebutuhan konsumsi konten ringan.
Amazon menyematkan reader mode yang memangkas cahaya biru pada Alexa Tablet. Fitur ini terhubung langsung dengan layanan Kindle yang sudah menjadi andalan Amazon selama bertahun-tahun.
Integrasi Alexa juga tetap dipertahankan sebagai asisten suara utama. Kombinasi ini membuat tablet tidak sekadar perangkat konsumsi media, tetapi juga pusat kendali rumah pintar bagi pengguna ekosistem Amazon.
Sejumlah pengamat meragukan daya saing Alexa Tablet terhadap iPad. Salah satu komentar di forum diskusi menyebut tablet berbasis Android belum bisa disebut pesaing iPad karena dukungan pengembang aplikasi tablet masih minim.
Kritik ini bukan tanpa dasar. Banyak aplikasi Android masih dioptimalkan untuk ponsel dan belum menyesuaikan antarmuka untuk layar besar. Namun, kehadiran Google Play Store setidaknya menghilangkan hambatan terbesar Fire tablet sebelumnya, yakni keterbatasan pilihan aplikasi.
Amazon menawarkan diskon 20 persen untuk pembelian Alexa Tablet dengan trade-in perangkat lama. Program ini memperkuat posisi harga Amazon di segmen tablet terjangkau, terutama menjelang musim belanja akhir tahun.
Dengan harga mulai 229 dolar AS, Alexa Tablet menyasar konsumen yang membutuhkan perangkat sekunder untuk membaca, streaming, dan kontrol rumah pintar. Segmen ini selama ini kurang tergarap serius oleh produsen Android lain yang lebih fokus pada tablet premium.
Kehadiran Alexa Tablet memberi tekanan baru bagi Apple di lini iPad. iPad Air misalnya, sejak redesain terakhir pada 2020 sebagian besar hanya menerima peningkatan chip tanpa perubahan desain berarti. Kompetisi yang lebih ketat berpotensi mendorong Apple mempercepat siklus inovasi iPad.
Bagi pasar Indonesia, lini Fire tablet sebelumnya tidak dijual resmi dan hanya beredar lewat importir tidak resmi. Belum ada informasi apakah Alexa Tablet akan masuk secara resmi ke Indonesia atau tetap mengandalkan jalur impor.
Yang jelas, peralihan Amazon ke Android membuka peluang lebih besar bagi pengguna global, termasuk di Asia Tenggara, untuk mengakses perangkat dengan ekosistem aplikasi lengkap tanpa harus terikat pada satu merek. Persaingan di segmen tablet kelas menengah diprediksi menghangat sepanjang tahun ini.