PALEMBANG — Gelombang protes warga Sumatra Selatan atas kabut asap karhutla bergerak dari jalanan ke ruang digital. Sejumlah unggahan di Threads memperlihatkan warga yang secara terbuka meminta Gubernur Sumsel Herman Deru turun tangan menangani asap yang masih menyelimuti sejumlah daerah di provinsi itu.
Salah satu akun, @dwikisandy_, tidak sekadar mengeluh. Akun itu menginisiasi gerakan mengirim pesan langsung (DM) secara serentak ke akun media sosial Herman Deru. Tujuannya jelas: memastikan keluhan warga sampai langsung ke meja orang nomor satu di Sumsel.
Dalam unggahannya, @dwikisandy_ menulis pesan yang ditujukan kepada Herman Deru. Kalimatnya lugas dan tidak berbunga-bunga.
"Pak, tolong atasi asap yang ada di Sumsel, kami capek menghirup asap, Pak," tulis akun tersebut, dikutip dari IDN Times, Jumat (2/10/2026).
Pesan itu mewakili keluhan yang sama dari banyak warga. Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan disebut dirasakan di sejumlah wilayah Sumsel, mengganggu aktivitas harian dan memicu kekhawatiran soal kesehatan pernapasan.
Gerakan DM massal ini menunjukkan pergeseran cara warga menyampaikan aspirasi. Alih-alih menunggu forum resmi atau demonstrasi, mereka memanfaatkan platform digital yang dinilai lebih cepat sampai ke pejabat.
Threads dipilih karena dianggap lebih personal dibanding kanal pengaduan konvensional. Setiap pesan yang masuk ke akun gubernur berpotensi dibaca langsung, atau setidaknya menciptakan tekanan publik yang terlihat oleh warganet lain.
Pola serupa pernah muncul di sejumlah daerah saat bencana asap melanda. Warga merasa jalur birokrasi terlalu lambat, sementara dampak asap dirasakan setiap hari.
Kabut asap karhutla bukan persoalan estetika langit yang kelabu. Dampaknya menyentuh kesehatan, mobilitas, dan aktivitas ekonomi warga.
Anak-anak dan lansia menjadi kelompok paling rentan terhadap paparan asap berkepanjangan. Sekolah bisa diliburkan, penerbangan bisa terganggu, dan biaya kesehatan rumah tangga naik.
Keluhan "capek menghirup asap" yang ditulis @dwikisandy_ merangkum frustrasi itu. Warga tidak menuntut hal rumit, hanya udara yang layak dihirup.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan maupun Herman Deru terkait gerakan warga di Threads tersebut. Publik menunggu apakah desakan digital ini akan dijawab dengan langkah nyata di lapangan.
Penanganan karhutla di Sumsel melibatkan lintas instansi, mulai dari BPBD, Dinas Kehutanan, hingga aparat penegak hukum. Koordinasi di tingkat provinsi menjadi kunci apakah asap bisa diredam sebelum musim kemarau berakhir.
Yang jelas, warga sudah menyampaikan pesannya dengan cara mereka sendiri. Sekarang bola ada di tangan gubernur.