MUSI RAWAS — Komandan Kodim 0406/Lubuk Linggau Letkol Inf Danny Steven Surbakti menyatakan perbaikan jembatan dilakukan tanpa menunggu lama karena fungsi jembatan sangat krusial bagi mobilitas warga sehari-hari. Permintaan warga agar jembatan segera diperbaiki menjadi pertimbangan utama.
Jembatan Merah Putih Garuda Perintis baru diserahterimakan kepada masyarakat pada 12 Agustus 2026. Pembangunannya hasil sinergi Kodim 0406/Lubuk Linggau bersama Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Musi Rawas, menggantikan jembatan kayu lama yang sudah lapuk dan membahayakan pengguna jalan.
Insiden terjadi Kamis, 24 September 2026 sekitar pukul 22.00 WIB. Satu unit tronton bermuatan alat berat ekskavator PC 200 dengan estimasi bobot mencapai 35 ton melintasi jembatan.
"Jembatan tersebut dilintasi satu unit kendaraan tronton yang membawa alat berat ekskavator PC 200 dengan estimasi muatan sekitar 35 ton. Kendaraan milik warga bernama Pak Fauzi asal SP 2 yang hendak menuju SP 6 dengan alasan memangkas jarak tempuh," jelas Dandim.
Kapasitas maksimal jembatan perintis itu hanya 12 ton. Konstruksinya tidak dirancang menahan beban 35 ton, sehingga struktur jembatan mengalami keretakan.
Dandim menegaskan di lokasi sebenarnya telah terpasang rambu pembatasan tonase maksimal sebagai peringatan. Rambu itu tetap dilanggar pengemudi tronton.
Sejak diresmikan, jembatan menjadi urat nadi mobilitas warga Kecamatan Megang Sakti. Kendaraan roda dua, roda empat, hingga akses anak sekolah melewati jembatan tersebut setiap hari.
Proses perbaikan berlangsung mulai Sabtu, 26 September 2026 hingga Minggu, 27 September 2026. Targetnya, jembatan bisa kembali digunakan masyarakat dengan aman.
"Kami langsung gerak cepat lakukan perbaikan, karena ada permintaan dari warga agar segera diperbaiki, karena urgensi fungsi dari jembatan tersebut, sangat krusial bagi kehidupan masyarakat sehari-hari," jelasnya, Minggu 27 September 2026.
Dandim memastikan jembatan yang menjadi akses vital warga tersebut sudah langsung ditangani secara cepat. Ke depan, pengawasan terhadap kendaraan bertonase besar di jalur jembatan perintis menjadi perhatian, mengingat rambu pembatasan beban sudah tersedia namun masih dilanggar.