PALEMBANG — Musyawarah Provinsi IPSI Sumatera Selatan yang digelar di Asrama Haji, Jalan Letjen Harun Sohar, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, resmi dibuka oleh Wakil Ketua Umum PB IPSI, Prof Dr Ir Dwi Soetjipto MM. Forum organisasi itu berjalan singkat karena hanya satu nama yang lolos verifikasi sebagai bakal calon ketua umum.
Hadir dalam pembukaan, Gubernur Sumsel yang diwakili Kabid PPO Dispora Sumsel Heru Arlando SPd MM, Sekretaris KONI Provinsi Sumsel Tubagus Sulaiman, dan Ketua Umum IPSI Sumsel 2022-2026 Ir H Eddy Santana Putra MT.
Waketum PB IPSI Dwi Soetjipto menyebut ada tiga visi besar yang menjadi arahan Ketua Umum PB IPSI Sugiono untuk dijalankan pengurus provinsi dan cabang. Ketiganya adalah pencak silat road to olympic, pencak silat menjadi mata pelajaran wajib di sekolah, dan pencak silat mendukung pariwisata daerah.
"Tentunya dengan 3 visi tersebut, tentunya membutuhkan banyaknya kegiatan atau program yang dilaksanakan baik oleh IPSI pusat maupun daerah. Dalam hal ini akan mendorong anak-anak muda menjadi guru di sekolah dan menjadi pelatih baik dalam negeri maupun internasional," ujarnya.
Menurutnya, visi itu menuntut program berkelanjutan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, terutama penyiapan tenaga pengajar dan pelatih bersertifikat.
Dwi Soetjipto membeberkan bahwa dalam proses Musprov, hanya satu orang yang melengkapi seluruh persyaratan sebagai calon ketua umum. Figur tersebut telah berpengalaman menjabat Sekretaris Umum IPSI Sumsel selama beberapa periode.
Sidang pemilihan dipimpin Anton Nurdin. Setelah seluruh peserta Musprov menyatakan dukungan, Drs Sidi Darlis sebagai calon tunggal ditetapkan sebagai Ketum IPSI Sumsel 2026-2030.
"Selamat atas terpilihnya Darlis sebagai Ketum Pengprov IPSI Sumsel periode 2026–2030. Selain itu saya juga ucapkan selamat kepada pimpinan sidang yang telah memimpin sidang begitu tegas, sehingga menghasilkan keputusan-keputusan yang berjalan lancar dan tidak bertele-tele," ucap Soetjipto.
Ia berharap kepengurusan baru semakin solid, utuh, dan kompak, termasuk dalam pelaksanaan agenda organisasi seperti Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang diharapkan rutin digelar setiap tahun.
"Semoga kedepan IPSI Sumsel, semakin solid, semakin utuh kepengurusan yang akan datang, semakin kompak dan juga, seperti yang tadi disampaikan, Rakerda bisa dilaksanakan tiap tahun sekali," harapnya.
Ketua terpilih Sidi Darlis menegaskan komitmennya menjalankan amanah organisasi dengan mengedepankan kebersamaan. Penguatan organisasi, konsolidasi, dan pembinaan atlet berkelanjutan menjadi bagian penting dari kepengurusannya.
"Visi kita kedepan adalah mewujudkan IPSI Sumsel yang solid, profesional, berintegritas, berprestasi dan berdaya saing. Selain itu, kita ingin menjadikan pencak silat sebagai olahraga prestasi sekaligus warisan budaya yang terus berkembang dan membanggakan di tingkat nasional maupun internasional," ungkapnya.
Menurut Darlis, membangun organisasi yang solid membutuhkan keterlibatan seluruh jajaran IPSI Sumsel, pengurus kabupaten/kota, serta perguruan pencak silat.
"Oleh karena itu, kita memiliki tugas bersama untuk membangun organisasi IPSI Sumsel yang solid, tertib, transparan dan profesional. Tentunya harus mampu bekerja sama secara sinergis dengan seluruh pengurus kabupaten/kota dan perguruan pencak silat," terangnya.
Darlis menempatkan pembinaan atlet sebagai salah satu prioritas kepemimpinannya. Sistem pembinaan akan diarahkan secara terencana, berjenjang, dan berkelanjutan, mulai dari tingkat junior hingga senior.
"Sistem pembinaan akan diarahkan secara terencana, berjenjang dan berkelanjutan, mulai dari tingkat junior hingga senior dengan memperhatikan aspek teknik, fisik, mental, karakter, sportivitas dan prestasi," ujarnya.
Ia mengajak seluruh keluarga besar IPSI Sumsel menjaga kekompakan menjalankan amanah organisasi ke depan.
"Untuk mewujudkan visi IPSI Sumsel kedepan, kita harus Kompak dan kita lanjutkan apa yang menjadi amanah dari Ketum sebelumnya, Eddy Santana Putra. Insya Allah amanah ini bukan amanah saya pribadi, tetapi amanah kita bersama-sama," tutupnya.