PALEMBANG — Deklarasi Dharmawan alias Iwan Maruf menandai bursa calon Ketua IMI Sumatera Selatan periode 2027-2031 mulai memanas. Keputusan maju itu dilandasi pengalaman panjangnya di dunia otomotif sejak 1988. Ia menilai IMI Sumsel masih perlu banyak pembenahan, terutama pada pembinaan klub dan peningkatan event.
Iwan menyebut pembinaan klub dan event sebagai fondasi utama kemajuan otomotif daerah. Menurutnya, dari dua hal itulah atlet bisa berkembang.
"Yang kurang kita benahi, yang sudah bagus kita pertahankan. Klub dan event harus kita bina betul-betul, karena dari sanalah atlet bisa berkembang," kata Iwan.
Ia menegaskan pembinaan atlet tidak boleh hanya terpusat di Palembang. Pembinaan harus merata hingga kabupaten dan kota di seluruh Sumsel.
Salah satu program utama yang diusung Iwan adalah membawa minimal lima kejuaraan nasional (Kejurnas) ke Sumsel. Menurutnya, Kejurnas akan memberi efek domino bagi pariwisata dan ekonomi daerah.
"Kalau Kejurnas digelar di Sumsel, orang dari luar datang. Otomotif maju, pariwisata ikut terdongkrak," ujarnya.
Angka lima Kejurnas itu ia jadikan target konkret, bukan sekadar wacana kampanye. Iwan menilai penyelenggaraan event nasional rutin akan menjaga denyut industri otomotif lokal.
Iwan menyoroti minimnya sirkuit permanen di Sumsel. Selama ini balap drag race masih mengandalkan kawasan Jakabaring dan jalan umum.
Ia berjanji akan mendorong pembangunan sirkuit permanen berkonsep multi event. Sirkuit itu nantinya bisa dipakai untuk berbagai cabang otomotif, bukan hanya satu jenis balapan.
Iwan berharap Pemprov Sumsel mendukung pembangunan sirkuit tersebut. Dukungan pemerintah dinilai krusial karena pembangunan sirkuit permanen butuh lahan dan anggaran besar.
Pemilihan Ketua IMI Sumsel periode 2027-2031 diperkirakan digelar Januari-Februari 2027. Saat ini tercatat sekitar 19 klub yang terdata di IMI Sumsel.
Keputusan resmi soal jadwal dan mekanisme pemilihan masih menunggu Pengurus Pusat IMI. Bursa calon diperkirakan makin ramai menjelang penetapan kandidat.
Iwan juga berpesan kepada anak muda agar tidak balap liar. Menurutnya, tugas pengurus adalah menyediakan arena yang layak untuk menyalurkan bakat secara positif.
"Bertarunglah di arena yang benar, jangan kebut-kebutan di jalan. Tugas kita menyediakan arena yang layak untuk menyalurkan bakat secara positif," pungkasnya.
Pesan itu sejalan dengan janji sirkuit permanen yang ia usung. Tanpa arena memadai, menurut Iwan, balap liar sulit ditekan karena tidak ada ruang resmi bagi anak muda untuk berlatih dan berlomba.