PALEMBANG — Aksi pembagian masker ini dilakukan langsung di sejumlah titik keramaian yang terdampak kabut asap. Langkah ini diambil sebagai bentuk respons cepat organisasi kemasyarakatan terhadap memburuknya kualitas udara akibat karhutla yang kini mencekik ibu kota Provinsi Sumatera Selatan.
Ketua DPW Gencar Sumsel, Reco Virnando, menyebut masker merupakan perisai pertama bagi masyarakat yang harus beraktivitas di tengah kabut asap. Menurutnya, kehadiran langsung di lapangan menjadi wujud nyata kepedulian organisasi terhadap warga.
"Kami ingin hadir langsung membantu warga, terutama mereka yang tetap harus beraktivitas di luar rumah," kata Reco kepada wartawan, Sabtu (5/9/2026).
Reco Virnando menegaskan bahwa kabut asap bukan sekadar persoalan jarak pandang. Paparan asap yang berlangsung terus-menerus berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, terutama saluran pernapasan.
Ia mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kondisi udara memburuk. Jika terpaksa keluar rumah, penggunaan masker menjadi keharusan untuk meminimalisir risiko gangguan kesehatan.
Aksi sosial ini merupakan tindak lanjut arahan Ketua Umum Gencar Indonesia, Charma Afrianto. Organisasi menilai kondisi darurat asap membutuhkan keterlibatan semua elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah.
Dalam pelaksanaannya di lapangan, Reco Virnando turut mengajak Ketua DPC Gencar Kota Palembang, David Hermansyah, serta jajaran kader untuk terlibat langsung dalam pembagian masker kepada pengguna jalan dan pedagang pasar.
"Kami tidak ingin hanya melihat kondisi ini dari jauh. Gencar ingin hadir di tengah masyarakat dan memberikan bantuan yang bisa langsung dirasakan," ujarnya.
Di luar aksi pembagian masker, Gencar Sumsel mendorong penguatan langkah pencegahan dan penanganan karhutla secara menyeluruh. Reco menilai upaya pemadaman dan pencegahan harus dipercepat agar dampaknya terhadap masyarakat tidak semakin meluas.
"Kabut asap adalah persoalan bersama. Penanganannya juga membutuhkan kerja sama pemerintah, aparat, perusahaan dan masyarakat," pungkasnya.