PALEMBANG — Puluhan personel militer asing kembali menjejakkan kaki di Bumi Sriwijaya. Sebanyak 231 prajurit US Army mendarat menggunakan pesawat Boeing 777-200 milik maskapai Omni Air International, menandai dimulainya rangkaian kedatangan pasukan untuk latihan militer bilateral terbesar di kawasan.
Latgabma Super Garuda Shield 2026 akan berlangsung selama 12 hari, terhitung mulai 31 Agustus hingga 11 September. Pusat Latihan Tempur Baturaja di OKU menjadi lokasi utama pelaksanaan latihan tahun ini.
Pesawat Boeing 777-200 yang membawa rombongan prajurit asal Amerika Serikat itu terlihat memadati area apron bandara. Personel tampak berjalan keluar dari pesawat setelah proses pendaratan selesai dilakukan.
Omni Air International, maskapai yang mengoperasikan penerbangan khusus ini, merupakan operator yang kerap digunakan untuk mobilitas pasukan militer Amerika di berbagai negara.
Latihan gabungan ini dirancang untuk memperkuat interoperabilitas antara TNI dan US Army. Materi latihan mencakup operasi militer gabungan, pertukaran taktik tempur, serta simulasi penyelesaian konflik yang membutuhkan respons cepat dari kedua negara.
Puslatpur Baturaja sendiri dikenal sebagai salah satu lokasi latihan tempur utama di Indonesia, dengan luas area yang memadai untuk manuver pasukan darat dan uji coba persenjataan.
Kedatangan personel pada Selasa ini menjadi bagian dari gelombang awal. Sejumlah peralatan pendukung dan kendaraan tempur dijadwalkan menyusul dalam beberapa hari ke depan sebelum upacara pembukaan resmi digelar pada 31 Agustus.
Selama berada di Sumatera Selatan, para prajurit juga diagendakan mengikuti berbagai kegiatan sosial bersama masyarakat sekitar lokasi latihan, sebagai bagian dari program komunikasi sosial yang rutin dilakukan dalam setiap Latgabma.
Latihan Super Garuda Shield tahun ini merupakan penyelenggaraan yang kelima kalinya sejak kerja sama militer kedua negara diperluas, menegaskan komitmen pertahanan Indonesia-Amerika Serikat di kawasan Indo-Pasifik.