PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan melakukan perombakan besar-besaran di jajaran kepolisian resor. Lima Kapolres sekaligus digeser ke posisi baru dalam surat telegram Kapolri yang terbit pada 25 Juni 2026.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Wijaya Mukmin, menyebut mutasi ini merupakan langkah penyegaran organisasi. "Para pejabat baru yang nantinya segera dilantik berharap segera cepat beradaptasi dan segera melanjutkan program kerja yang telah berjalan, dan untuk fokus meningkatkan pelayanan terbaik bagi masyarakat," ujarnya dalam keterangan resmi.
Dari lima posisi yang berganti, satu di antaranya mendapat promosi. AKBP Endro Ari Wibowo yang sebelumnya menjabat Kapolres OKU naik jabatan menjadi Wakapolresta Cilacap, Polda Jawa Tengah. Posisinya di OKU kini diisi oleh AKBP Helmy Tamaela yang sebelumnya bertugas di Polda Jateng.
Sedangkan Kapolres Pagar Alam, AKBP Januar Kencana Setia Persada, justru berpindah untuk memimpin Polres PALI. Ia menggantikan AKBP Yunar H.P. Sirait yang kini menjabat Kabagwassidik Ditreskrimsus Polda Jawa Timur.
Di Ogan Ilir, terjadi rotasi yang menarik. Kapolres sebelumnya, AKBP Bagus Suryo Wibowo, dimutasi ke Polda Sulawesi Selatan sebagai Wadirres PPA dan PPO. Penggantinya adalah AKBP Rizka Aprianti, yang sebelumnya menjabat Kasubdit 1 Ditres PPA dan PPO Polda Sumsel.
Dengan penempatan ini, AKBP Rizka Aprianti menjadi sosok yang akrab dengan penanganan kasus perempuan dan anak — bidang yang selama ini menjadi fokus Ditres PPA.
Kapolres Prabumulih, AKBP Bobby Kusumawardhana, mendapatkan tugas baru di Bareskrim Polri sebagai Kasubbagopsnal Dittipideksus. Jabatan yang ditinggalkannya diisi oleh AKBP Gunartoz yang sebelumnya menjabat Kanit 5 Subdit Dittipidsiber Bareskrim Polri. Keduanya merupakan perwira dengan pengalaman di bidang tindak pidana khusus dan siber.
Sementara untuk Polres PALI, tongkat komando kini dipegang oleh AKBP Januar Kencana Setia Persada. Ia sebelumnya menjabat Kapolres Pagar Alam.
Mutasi massal di tubuh Polri, khususnya di tingkat Polres, merupakan hal yang lumrah terjadi. Polda Sumsel sendiri kerap melakukan rotasi setiap enam bulan hingga satu tahun sekali. Namun, yang patut dicermati adalah latar belakang mutasi ini: apakah murni penyegaran organisasi atau ada evaluasi kinerja spesifik?
Kombes Nandang hanya menyebutkan tujuan mutasi untuk meningkatkan pelayanan. Namun, publik Sumatera Selatan tentu berharap para pejabat baru ini mampu membawa perubahan nyata — terutama dalam menekan angka kriminalitas dan mempercepat respons penanganan kasus di daerah masing-masing.