PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menegaskan bahwa investasi PLTA ini merupakan langkah strategis memanfaatkan potensi sumber daya air yang melimpah di provinsi tersebut. Proyek ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi dan meningkatkan keandalan pasokan listrik di Sumatera Selatan ke depannya.
Proyek ini akan dibangun oleh PT Midigio di Desa Negeri Cahaya, Kecamatan Beringin, Kabupaten OKU Selatan. Investor asal China, Sichuan Yoachuan Electric Power Development Co., Ltd., melihat peluang besar dalam pengembangan energi bersih di wilayah tersebut.
Chairman Sichuan Yoachuan Electric Power Development Co., Ltd., Sun Mei, mengatakan pihaknya menargetkan investasi jangka menengah selama lima hingga sepuluh tahun. Kapasitas PLTA yang akan dikembangkan berkisar antara 200 MW hingga 500 MW.
"Kami berharap mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan agar investasi ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Sun Mei.
Gubernur Herman Deru meminta agar proses perizinan dipercepat sehingga proyek dapat segera direalisasikan. Ia juga mendorong penggunaan tenaga kerja lokal dalam pembangunan PLTA tersebut.
"Tenaga ahli yang terlibat diharapkan dapat melakukan transfer pengetahuan dan teknologi kepada tenaga kerja lokal," kata Herman Deru di Palembang, Kamis.
Selain PLTA di OKU Selatan, Sumatera Selatan telah memiliki pengalaman mengelola energi bersih melalui operasional Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTMH) di Kota Pagar Alam. PLTMH tersebut telah berkontribusi pada sistem kelistrikan Sumatera.
Investasi di sektor energi baru terbarukan ini sejalan dengan potensi sumber daya air yang dimiliki Sumatera Selatan. Kebutuhan peningkatan pasokan listrik di masa mendatang menjadi alasan utama percepatan proyek ini.
Pemerintah provinsi berharap proyek ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja lokal.
PLTA atau Pembangkit Listrik Tenaga Air memanfaatkan aliran air untuk menghasilkan listrik dalam skala besar. Sementara PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro) merupakan versi lebih kecil yang biasanya digunakan di daerah terpencil.
Dengan kapasitas hingga 500 MW, PLTA ini diharapkan mampu menambah pasokan listrik secara signifikan. Keandalan sistem kelistrikan Sumatera Selatan pun diproyeksikan akan meningkat setelah proyek beroperasi penuh.