SUMATERA SELATAN — Google resmi merilis aplikasi mobile khusus untuk Google Finance di platform Android, Kamis (20/2). Aplikasi ini memungkinkan pengguna mengakses watchlist, data pasar secara langsung, berita keuangan terkini, serta fitur bertenaga AI bernama “Key Moments” yang merangkum alasan di balik pergerakan harga saham. Versi iOS dikonfirmasi akan menyusul dalam beberapa bulan ke depan.
Salah satu daya tarik utama aplikasi ini adalah fitur “Key Moments” yang menggunakan kecerdasan buatan Google. Fitur ini tidak hanya menampilkan grafik pergerakan saham, tetapi juga memberikan penjelasan tekstual mengapa suatu saham naik atau turun pada waktu tertentu. Ini sangat membantu investor ritel yang belum terbiasa membaca laporan keuangan kompleks.
Ke depannya, Google juga akan menambahkan fitur untuk mendengarkan rekaman earnings call secara langsung. Artinya, pengguna bisa mengikuti paparan kinerja perusahaan tanpa harus membaca transkrip panjang.
Bersamaan dengan peluncuran aplikasi, Google juga merilis pengalaman web Google Finance yang sudah diperbarui. Fitur portofolio kini tersedia secara global, memungkinkan pengguna melihat seluruh investasi mereka dalam satu dashboard yang melacak kepemilikan dan kinerja. Portofolio lama pengguna akan otomatis muncul, sementara portofolio baru bisa dibuat dengan mengunggah file atau mendeskripsikan investasi ke chatbot AI.
Setelah portofolio tersusun, pengguna bisa memanfaatkan alat riset AI untuk bertanya hal spesifik, misalnya “sektor apa yang kurang terwakili di portofolio saya?”. Fitur ini dirancang untuk membantu pengguna membuat keputusan diversifikasi yang lebih cerdas tanpa harus menjadi analis profesional.
Google juga menambahkan fitur AI yang memungkinkan pengguna menyetel tugas menggunakan perintah bahasa alami. Contohnya, pengguna bisa meminta briefing rutin yang menganalisis perubahan pasar setiap pagi, atau ringkasan kinerja portofolio mingguan. Asisten AI akan bekerja di latar belakang dan menggunakan watchlist atau portofolio pengguna untuk memberikan wawasan yang personal.
Fitur portofolio dan task ini sudah tersedia di versi web mulai hari ini, dan akan ditambahkan ke aplikasi Google Finance dalam beberapa bulan ke depan.
Masuknya Google ke pasar aplikasi keuangan bukan sekadar soal menyediakan tempat cek harga saham. Langkah ini merupakan upaya strategis untuk merebut pangsa pasar dari platform mapan seperti Yahoo Finance dan aplikasi trading seperti Robinhood. Dengan basis pengguna Android yang sangat besar, Google memiliki modal kuat untuk mendorong adopsi awal.
Bagi pengguna di Indonesia, aplikasi ini bisa menjadi alternatif menarik. Data pasar real-time dan analisis AI dalam Bahasa Inggris mungkin masih menjadi kendala, namun fitur portofolio terintegrasi dan notifikasi cerdas jelas memberikan nilai tambah dibanding sekadar menggunakan spreadsheet atau aplikasi pihak ketiga.
Google Finance versi Android kini bisa diunduh melalui Google Play Store. Versi iOS dan fitur tambahan seperti earnings call audio dijadwalkan hadir dalam beberapa bulan mendatang. Jika Anda seorang investor ritel yang ingin menyederhanakan pantauan pasar dalam satu genggaman, aplikasi ini layak diinstal.