Jadwal KA Kuala Stabas 2026 Rute Tanjungkarang-Baturaja Berubah, Tarif Ekonomi Premium Mulai Rp30.000

Penulis: Hamdani Putra  •  Kamis, 25 Juni 2026 | 23:08:57 WIB
PT KAI Daop IV Tanjungkarang resmi terapkan jadwal baru KA Kuala Stabas rute Tanjungkarang–Baturaja mulai 2026.

BANDAR LAMPUNG — PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop IV Tanjungkarang resmi memberlakukan jadwal baru KA Kuala Stabas pada 2026, melayani rute Tanjungkarang–Baturaja dengan empat kali perjalanan pulang pergi setiap hari. Kereta kelas ekonomi premium ini menawarkan tarif mulai Rp30.000 dan menempuh jarak sekitar 215 kilometer dalam waktu rata-rata 5 jam 35 menit.

Pembaruan jadwal ini menjadi kabar penting bagi warga di dua provinsi yang selama ini mengandalkan moda kereta untuk mobilitas ekonomi dan sosial. Sejak pertama beroperasi pada 2018, KA Kuala Stabas hanya melayani satu perjalanan PP per hari. Kini, frekuensi bertambah signifikan, menandakan peningkatan permintaan di koridor strategis ini.

Mengapa KA Kuala Stabas Jadi Pilihan Utama Warga Lampung-Sumsel?

Nama “Kuala Stabas” diambil dari pelabuhan di kawasan Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Sejak awal operasional, kereta ini menyasar masyarakat di kota-kota penyangga seperti Kotabumi, Blambangan Umpu, dan Martapura. Namun, sejak 10 Februari 2021, pola operasional diperbarui dan sejumlah stasiun seperti Gedungratu, Branti, serta Candimas tidak lagi menjadi titik pemberhentian.

Kini, rute yang tersisa justru lebih efisien: hanya melayani stasiun-stasiun utama dengan permintaan tinggi. Keputusan ini menunjukkan KAI merespons dinamika mobilitas warga yang cenderung terkonsentrasi di pusat-pusat kecamatan dan kabupaten.

Tarif Rp30.000, Fasilitas Setara Kereta Jarak Jauh

Meski berstatus ekonomi, KA Kuala Stabas menggunakan rangkaian premium dengan konfigurasi kursi 2–2 yang bisa direbahkan dan ruang kaki lebih lega dibanding ekonomi reguler. Satu gerbong berkapasitas sekitar 80 tempat duduk dengan tata letak kursi sebagian menghadap searah laju kereta dan sebagian lainnya berlawanan arah.

Fasilitas yang disediakan meliputi pendingin ruangan (AC), toilet, stop kontak, kamera pengawas (CCTV), televisi hiburan, hingga bagasi kabin di atas kursi. Kereta ini juga dilengkapi alat pendeteksi asap rokok, rem darurat, dan peredam suara. Kaca panorama dupleks dengan lapisan isolator panas serta tirai penutup membantu mengurangi panas dari luar — fitur krusial untuk perjalanan lebih dari lima jam di wilayah tropis.

Jadwal Terbaru 2026: Dua Keberangkatan dari Masing-Masing Stasiun

Berikut jadwal lengkap KA Kuala Stabas yang mulai berlaku:

  • Tanjungkarang–Baturaja: berangkat pukul 06.30 WIB, tiba 12.05 WIB; dan berangkat pukul 13.30 WIB, tiba 19.05 WIB.
  • Baturaja–Tanjungkarang: berangkat pukul 06.30 WIB, tiba 12.15 WIB; dan berangkat pukul 14.00 WIB, tiba 19.40 WIB.

Waktu tempuh rata-rata 5 jam 35 menit untuk jarak 215 kilometer menjadikan kereta ini kompetitif dibandingkan angkutan darat umum yang kerap terhambat kemacetan di ruas lintas Sumatera.

Apa Dampak Pembaruan Jadwal Ini bagi Perekonomian Lokal?

Dengan tarif mulai Rp30.000, KA Kuala Stabas menjadi moda paling murah untuk menghubungkan pusat ekonomi Lampung (Tanjungkarang) dengan kawasan perbatasan Sumatera Selatan (Baturaja). Keberangkatan pagi dan siang memungkinkan pedagang, pelajar, dan pekerja harian melakukan perjalanan pulang-pergi dalam sehari tanpa menginap.

KAI Daop IV Tanjungkarang juga menyebut bahwa peningkatan frekuensi ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi di stasiun-stasiun pemberhentian seperti Kotabumi dan Martapura, yang selama ini menjadi titik transit distribusi barang dan jasa antarprovinsi.

FAQ: Seputar KA Kuala Stabas 2026

Apakah tiket KA Kuala Stabas bisa dipesan online?
Tiket kelas ekonomi premium ini dapat dipesan melalui aplikasi KAI Access, situs resmi KAI, serta loket stasiun. Disarankan memesan H-7 untuk mendapatkan harga terendah.

Stasiun apa saja yang masih dilayani setelah perubahan jadwal 2021?
Stasiun yang masih aktif melayani penumpang meliputi Tanjungkarang, Rejosari, Kotabumi, Blambangan Umpu, Martapura, dan Baturaja. Stasiun Gedungratu, Branti, Rengas, Blambangan Pagar, Kalibalangan, dan Candimas sudah tidak menjadi titik pemberhentian.

Reporter: Hamdani Putra
Sumber: kompas.tv This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top