Cakupan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Sumsel Baru 25,19 Persen, Kanwil Sumbagsel Dorong 26 OPD Aktif

Penulis: Syahril Hamid  •  Kamis, 18 Juni 2026 | 14:46:01 WIB
Cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Sumsel baru mencapai 25,19 persen dari total tenaga kerja.

PALEMBANG — Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel Kuncoro Budi Winarno menyebut target coverage tahun ini adalah 45,58 persen. Capaian tersebut masih jauh dari total potensi tenaga kerja di Sumsel yang mencapai 4.029.313 orang berdasarkan survei ketenagakerjaan.

26 OPD Diminta Bergerak Bersama

Rakor yang digelar di ruang Bina Praja Kantor Gubernur Sumsel, Rabu (17/6/2026), menjadi ajang menindaklanjuti nota kesepakatan sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dengan 26 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sumsel.

“Hari ini seluruh dinas kami harapkan dapat berkomitmen bekerjasama sesuai dengan bidang masing-masing, tugas pokok dan fungsi masing-masing,” ujar Kuncoro dalam sambutannya.

Pekerja Formal Dominasi, Sektor Informal Masih PR

Hingga saat ini, jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan di Sumsel mencapai 1.015.266 orang. Rinciannya, 719.000 pekerja di sektor formal, 215.000 di segmen informal atau Bukan Penerima Upah (BPU), dan 80.000 dari sektor jasa konstruksi (Jakon).

Target tahun ini sendiri menetapkan angka 882.000 peserta baru yang harus dicapai. “Inilah yang menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” tegas Kuncoro di hadapan perwakilan Disnakertrans dan Bappeda Sumsel yang hadir.

Pekerja Rentan Jadi Prioritas, DBH Sawit Bisa Digunakan

Kuncoro menjelaskan, penurunan coverage terjadi karena kondisi fiskal penganggaran daerah. Sejumlah pemda belum melakukan pembayaran perlindungan untuk pekerja rentan. Padahal, pekerja penerima bantuan iuran dari APBD provinsi, kabupaten, maupun desa tahun lalu sudah dianggarkan.

“Kami juga ingin mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki oleh provinsi Sumsel. Untuk pekerja rentan, sumbernya dari APBD,” kata Kuncoro.

Ia menambahkan, Dana Bagi Hasil (DBH) seperti DBH Sawit, DBH CHT, atau dana reboisasi dapat menjadi sumber dana alternatif bagi pemda untuk melindungi tenaga kerja. Sektor informal yang mendominasi, seperti petani dan nelayan, menjadi sasaran utama.

27 Kantor Cabang Aktif di Lima Provinsi

Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel membawahi lima provinsi dengan total 27 kantor cabang, mulai dari kantor cabang induk hingga kantor cabang kelas III di kabupaten. Seluruh kantor cabang aktif melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah setempat untuk mendorong penganggaran perlindungan tenaga kerja.

“Seperti di Musi Banyuasin, sudah ada kerjasama. Mereka menganggarkan 45 ribu tenaga kerja,” ungkap Kuncoro mencontohkan.

Pemprov Sumsel sendiri diwakili oleh Staf Ahli Gubernur bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setda Provinsi Sumsel dalam rakor tersebut. Ke depan, setiap OPD pengampu diharapkan bisa memanfaatkan partisipasi aktif untuk melibatkan tenaga kerja di segmen informal, khususnya di sektor pertanian, perikanan, dan ekosistem kerja lainnya.

Reporter: Syahril Hamid
Sumber: newshanter.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top